Uzone.id - Pasar kendaraan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) di Indonesia mulai menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, sebuah tren yang tercermin dari komposisi pemesanan terbaru produk Wuling.
Brian Gomgom, Brand Communications Senior Manager Wuling Motors, mengungkapkan bahwa meskipun varian electric vehicle (EV) masih mendominasi pemesanan, kontribusi model PHEV mengalami peningkatan yang patut diperhitungkan.Hal ini terlihat jelas pada model terbaru Wuling Eksion. Saat ini, pemesanan Eksion memiliki komposisi sekitar 70 persen untuk varian EV dan 30 persen untuk varian PHEV.
Angka ini merupakan peningkatan dari model sebelumnya, Wuling Darion, di mana kontribusi PHEV masih di kisaran 20 persen, dengan 80 persen didominasi EV.
"Kenaikan pangsa dari 20 persen menjadi 30 persen pada Eksion menunjukkan bahwa tren pasar PHEV di Indonesia mulai berkembang," ujar Gomgom disela Media Drive Wuling Eksion di Purwokerto.
Peningkatan minat ini dipandang karena PHEV menawarkan solusi bagi konsumen yang belum siap beralih sepenuhnya ke mobil listrik murni.
Brian menjelaskan bahwa teknologi PHEV masih mengandalkan mesin bensin, tetapi juga dilengkapi dengan baterai dan motor listrik yang dapat diisi ulang layaknya EV.
Oleh karena itu, kendaraan PHEV dinilai cocok sebagai jembatan transisi dari kendaraan internal combustion engine (ICE) sebelum masyarakat sepenuhnya menggunakan mobil listrik berbasis baterai.
Fenomena perkembangan PHEV saat ini disebut mirip dengan perkembangan pasar EV di Indonesia pada awal 2022.
Kala itu, pemain mobil listrik masih terbatas, namun dalam empat tahun terakhir, pasar kendaraan listrik murni berkembang pesat hingga pangsa pasar EV nasional kini mencapai sekitar 18 persen.
Wuling melihat pola adaptasi yang cepat ini berpotensi terulang pada segmen PHEV. Apalagi, semakin banyak produsen otomotif yang memperkenalkan model plug-in hybrid di Indonesia, yang menjadi indikator potensi jangka panjang segmen tersebut.
Di sisi produksi, Wuling menegaskan strateginya tidak hanya terpaku pada satu teknologi. Pabrik mereka di Cikarang, Jawa Barat, diklaim mampu memproduksi berbagai jenis kendaraan secara simultan, mulai dari ICE, hybrid, PHEV, hingga EV, memungkinkan mereka untuk beradaptasi cepat sesuai kebutuhan pasar Indonesia.
Meskipun citra Wuling sebagai produsen EV sudah kuat di benak konsumen sejak Air ev hadir pada 2022, mereka memastikan lini kendaraan berbasis mesin bensin, seperti Almaz, Cortez, dan Alvez, akan tetap dipertahankan. Hal ini dikarenakan pasar kendaraan ICE masih cukup besar, terutama di luar kota-kota besar.