icon-category Technology

Benarkah ‘Oumuamua Adalah Pesawat Alien?

  • 08 Nov 2018 WIB
  • Bagikan :

    Ada dugaan baru atas ‘Oumuamua yang melintasi tata surya kita 2017 lalu. Objek yang sebelumnya dianggap sebagai asteroid ini, kini diduga sebagai sebuah pesawat luar angkasa milik alien yang dikirim untuk menyelidiki Bumi.

    Anggapan tersebut didapat berdasarkan hasil riset terbaru dua ahli astronomi Harvard, Abraham Loeb dan Shmuel Bialy. Hasil riset mereka ini telah dipublikasikan di Astrophysical Journal Letters.

    ‘Oumuamua sendiri cukup membuat para ahli pusing. Awalnya dia disebut komet, kemudian asteroid, dan akhirnya diberikan sebutan baru, objek antarbintang atau interstellar object.

    Sebenarnya ‘Oumuamua itu objek apa? Benarkah ia adalah sebuah pesawat alien?

    Sebelumnya pernah ada penelitian yang berusaha mempelajari apakah ada sinyal yang mungkin masuk atau keluar dari ‘Oumuamua dengan menggunakan teleskop radio Murchison Widefield Array (MWA) di Australia. Dan hasil penelitian itu, yang hasilnya juga dipaparkan di jurnal Astrophysical Journal Letters, tidak menemukan adanya sinyal yang masuk atau keluar dari ‘Oumuamua.

    "Kami tidak menemukan sinyal apa pun yang memiliki asal usul bukan dari Bumi," tulis para peneliti dalam hasil riset tersebut.

    Live Science melaporkan bahwa para tim peneliti dari International Centre for Radio Astronomy Research (ICRAR) mempelajari data yang ditangkap oleh MWA pada November 2017, Desember 2017, dan awal Januari 2018, ketika 'Oumuamua berada dalam jarak sekitar 95 juta hingga 366 juta kilometer dari Bumi.

    Mereka memeriksa transmisi radio dalam frekuensi antara 72 dan 102 megahertz, atau frekuensi yang mirip dengan yang digunakan radio FM.

    Meski tim peneliti tidak menangkap transmisi apa pun yang mungkin berasal dari suatu peradaban alien, mereka mengatakan, riset ini merupakan langkah penting untuk menemukan peradaban lain di luar Bumi.

    "Jika memang ada peradaban alien di salah satu sudut galaksi kita, kita bisa berspekulasi bahwa mereka mungkin telah mengembangkan kemampuan untuk meluncurkan pesawat luar angkasa yang mampu melakukan perjalanan antar bintang dan pesawat itu mungkin menggunakan gelombang radio untuk berkomunikasi," kata pemimpin riset Steven Tingay.

    Sementara itu, berkaitan dengan riset terbaru para peneliti Harvard, ada beberapa peneliti yang melihatnya dengan skeptis. 

    "Sangat penting untuk tidak memanfaatkan nama besar institusi untuk melebih-lebihkan hasil temuan yang belum diverifikasi atau sangat spekulatif," kata Chanda Prescod-Weinstein, asisten profesor fisika di University of New Hampshire, kepada Gizmodo.

    "Karena hal itu tidak hanya mempengaruhi reputasi departemen Anda tapi juga keseluruhan bidang Anda," tambah dia.

    Selain itu, Coryn Bailer-Jones, astronom di Max Planck Institute for Astronomy di Jerman juga menyuarakan hal serupa.

    "Kita harus bertanya pada diri kita sendiri, 'Di mana buktinya?,' bukannya malah berkata 'Di mana ada kurang bukti, jadi saya bisa memasukkan hipotesis yang saya sukai?'," kata Bailer-Jones dikutip dari NBC.

    Ada juga astronom dari SETI Institute yang mengatakan bahwa seseorang seharusnya tidak menerima suatu hipotesis aneh ketika ada hipotesis lain yang lebih masuk akal dan belum terbantahkan, seperti objek tersebut adalah sebuah komet atau asteroid.

    Selain itu, ada seorang astronom dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, institusi yang sama dengan dua peneliti yang mengeluarkan riset terbaru ini, yang juga menyatakan bahwa kemungkinan 'Oumuamua sebagai pesawat luar angkasa alien sangat kecil.

    Namun begitu, ada juga Katie Mack, profesor astrofisika di North Carolina State University, yang mengatakan bahwa perhitungan mengenai kemungkinan dalam riset tidak salah.

    "Tapi sebagai pembaca, kita harus menyadari bahwa hanya karena sebuah proposal mendapat perhatian pers atau berasal dari seorang ahli, bukan berarti kita harus menganggapnya sebagai hasil final," kata Mack kepada Gizmodo.

    Loeb sendiri mengatakan bahwa hasil riset yang ia dan rekannya buat ini belum pasti namun hasilnya cukup menarik.

    "Saya bisa menerima pendapat lain, tapi saya tidak bisa memikirkan penjelasan lain bagi akselerasi abnormal dari 'Oumuamua," imbuh dia.

    Cek informasi menarik lainnya di Google News

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini