
-
Dering telepon berbunyi nyaring. Milea yang saat itu tengah berkumpul dengan ayah dan ibunya, tanpa pikir panjang, bergegas menyambar telepon. Dia tahu yang menelepon rumahnya pada malam itu adalah Dilan, teman satu sekolahnya yang baru-baru ini gencar mendekatinya.
"Di mana?" Milea bertanya.
"Siapa?" Dilan malah bertanya balik.
Dilan memang licin. Dengan cara itu, dia mengulur waktu agar bisa berbincang lebih panjang dengan pujaan hatinya. Namun, panglima tempur XTC itu akhirnya menjawab, "Aku di Mars."
Milea senyum-senyum kecil. Dia pikir Dilan sedang berkelakar, tetapi ternyata tidak. Mars yang dimaksud Dilan adalah nama sebuah jalan di kompleks Margahayu Raya, Kota Bandung.
Jarak antara rumah Milea yang terletak di Jalan Buah Batu, Bandung ke Mars rumah Dilan pun tidak jauh-jauh amat. Waktu tempuhnya tidak sampai 15 menit jika Milea menggunakan sepeda motor dan jalanan tidak macet. Apabila Milea ingin berjalan kaki bersama Dilan, waktu tempuhnya sekitar 1 jam 15 menit.
Namun, bagaimana jika Dilan benar-benar tinggal di Planet Mars? Berapa waktu yang dibutuhkan Milea untuk bisa sampai ke rumah Dilan?
Redd mengatakan, jika perjalanan dilakukan New Horizons melalui rute garis lurus, ia akan menempuh jarak rata-rata Bumi-Mars dalam 162 hari. Pada jarak teoretis yang paling dekat, diperlukan waktu tempuh selama 39 hari. Untuk jarak terdekat faktual, perlu 41 hari. Namun, itu perhitungan yang terlalu menyederhanakan masalah.
Peneliti NASA David P. Stern dalam "Flight to Mars: How Long? Along what Path?" menyebutkan pesawat rawan ditarik balik gravitasi Bumi. Sedangkan Redd mengatakan perjalanan juga harus memperhitungkan efisiensi bahan bakar.
Oleh karena itu, Stern menyarankan agar mencari rute lain sehingga pesawat luar angkasa diluncurkan dari Bumi melalui lintasan garis elips menuju Mars dan tiba di orbit planet merah itu bertepatan dengan kedatangan Mars sendiri di lokasi yang sama. Cara seperti itu lazim disebut Hohmann Transfer Orbit. Kata Hohmann merujuk pada ilmuwan Jerman Wolfgang Hohmann yang mengusulkan cara itu pertama kali pada 1925.
Secara lebih rinci, Profesor David P. Stern menghitung waktu yang dibutuhkan pesawat luar angka menempuh skema Hohmann Transfer Orbit menggunakan rumusan Hukum Kepler tentang gerak planet di Tata Surya. Menurut perhitungannya, Mars dapat dicapai dengan waktu 0,709 tahun atau 8,5 bulan.
Waktu berangkatnya pun tak bisa sembarangan. Menurut perhitungan yang dilakukan Stern, dengan mengasumsikan orbit Bumi dan Mars berbentuk lingkaran, keberangkatan menuju planet merah seharusnya dilakukan saat sudut antara posisi Mars yang dituju dan posisi Mars saat peluncuran sebesar 135,555°.
Meski terdengar rumit, misi ke Mars sudah berkali-kali dilakukan. Bahkan, perjalanan komersial ke planet merah pun sudah dibuka. Melalui pesawat luar angkasa yang dibuat SpaceX, inovator sekaligus pebisnis asal Amerika Serkat (AS) Elon Musk berencana mengirim manusia pertama ke Mars pada 2025. Setiap pesawat SpaceX didesain untuk menampung 100 penumpang dalam perjalanan ke Mars, yang direncanakan bisa berangkat setiap 26 bulan—menunggu saat Bumi dan Mars berada pada posisi yang tepat untuk berangkat.
Tiket setiap penumpang dibanderol dengan harga mencapai 500 ribu dollar AS. Phys.org mencatat, Musk mengatakan sistem transportasi luar angkasanya tersebut mampu membawa penumpang SpaceX dari Bumi ke Mars dalam waktu 80 hari pada awal tahap pengembangannya. Musk bahkan bertekad mempersingkat waktu tempuhnya menjadi 30 hari saja.
Jika benar Dilan tinggal di planet Mars dan Milea hendak berkunjung ke sana, mengingat waktu dan kocek yang bakal dikeluarkan, apakah Dilan akan berkata, "Jangan Milea. Itu berat. Kamu enggak akan kuat. Biar aku saja"?
Baca juga artikel terkait PLANET MARS atau tulisan menarik lainnya Husein Abdulsalam