Bertamu ke Rumah Annelies Bumi Manusia

Film Bumi Manusia akan segera mulai proses syuting dalam kurun waktu dua bulan. Garapan Hanung Bramantyo yang mengadaptasi novel karya Pramoedya Ananta Toer itu mengambil lokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta, Semarang juga Belanda.
Hanung untuk pertama kalinya memperkenalkan lokasi syuting di Yogyakarta, Kamis (25/4) kemarin. Itu terletak di utara Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya di dusun Sumberrahayu Desa Gamplong, Sleman yang kemudian dinamakan sebagai Studio Alam Desa Gamplong.
Sebelumnya Desa Gamplong dikenal sebagai desa wisata kain tenun. Namun setelah dibangun set syuting, aparatur desa menghibahkan kawasannya untuk dikembangkan sebagai studio alam.
"Pembangunan studio ini kerja sama dengan Dusun Sumberrahyu yang disambut oleh pak lurah di sini, dengan harapan dapat berkembang dan bermanfaat nantinya," ujar Hanung.
Di sana, sejumlah set dengan latar zaman dahulu bakal berdiri. Beberapa tampak masih dalam tahap pembangunan. Hanung pun mengajak awak media berkeliling masing-masing set.
"Studio ini berawal dari mimpi," ujar Hanung sebelum mengajak berkeliling.
![]() Preview |
![]() Preview |
Saat membangun set lokasi itu, sang sutradara The Gift terinspirasi Teguh Karya.
"Bagaimana tempat kecil menjadi tempat syuting banyak film," katanya.
Lokasi itu memang tidak luas. Namun Hanung bisa membangun replika Benteng Batavia di sana. Itu sempat digunakan untuk syuting Sultan Agung. "Untuk Bumi Manusia saya bangun yang baru," katanya sambil jalan menuju bangunan dua tingkat yang masih berupa kerangka rumah.
![]() Preview |
Nantinya, menurut sutradara berusia 42 tahun itu, bangunan yang belum jadi itu akan menjadi rumah Annelies, yang akan diperankan aktris pendatang baru Mawar Eva de Jongh.
"Ini rumah Annelies dengan perbandingan 1:1, memang masih 50 persen pembangunannya. Semoga Juli sudah selesai," ujar Hanung melanjutkan.
Tak jauh dari rumah Annelies, sekitar 200 meter, ada replika Kranggan, Surabaya. Terlihat deretan rumah toko, yang berseberangan dengan komplek Pecinan. Di antara itu, terdapat rel kereta trem. Tapi sama seperti rumah Annelies, lokasi itu belum sepenuhnya jadi.
![]() Preview |
![]() Preview |
"Ini gambaran kotanya seperti ini, tapi nanti akan dibantu dengan CGI," ujar Hanung.
Syuting film dengan membangun set sendiri, kata Hanung, lebih mudah ketimbang harus menggunakan bangunan asli. Apalagi yang punya nilai sejarah.
"Misal, menggunakan Museum Fatahillah untuk latar kolonialisme. Itu kan kita perlu mengeluarkan semua artefaknya duu, lalu mengubah menjadi tanah karena belum ada itu cone block, bongkar lagi," ujarnya.
![]() Preview |
Berita Terkait
