
Uzone.id — Bulan April 2026 lalu, Chery resmi mengumumkan robot humanoid mereka bernama ‘Mornine’ yang diluncurkan melalui anak bisnis mereka, AiMoga. Setelah kurang lebih dua bulan dijual ke pasaran, robot yang berukuran layaknya manusia ini pun hadir di Indonesia.
Kehadiran Mornine ini menjadi langkah Chery untuk memperluas ekosistem mereka ke sektor robotik dan juga AI melalui AiMoga. Tak hanya Mornine saja, AiMoga juga sudah memperkenalkan robot anjing mereka bernama Argos yang diambil dari mitologi Yunani yang berarti anjing pemburu yang setia.Sayangnya, kami tidak sempat bertemu dengan si robot anjing yang bisa menjadi robot peliharan ini.
Mendapat kesempatan buat ‘kenalan’ langsung dengan robot humanoid tersebut pada Rabu, (17/06), kami pun mengulik informasi dan apa saja yang bisa dilakukan oleh Mornine ini.
Punya bobot kurang lebih 70 kg, Mornine memiliki tinggi dan ukuran tubuh layaknya manusia. Dalam presentasi virtual yang disampaikan oleh tim AiMoga, Mornine memiliki tinggi 167 cm dan bisa berjalan dengan kecepatan maksimum 1 meter per detik.
Sementara itu, ujung lengannya dapat mengangkat beban hingga 1,5 kilogram dan bisa bertahan sekitar 2 jam berkat kapasitas baterai 0,7 kWh. Mornine juga dilengkapi dengan satu unit LiDAR 3D, dua depth camera, satu kamera wide angle, dan empat radar ultrasonik.
“Dan daya tahan baterainya serta waktu pengisian dayanya sama-sama 2 jam. Selain itu, ia juga bisa melakukan aktivitas-aktivitas sederhana seperti menuangkan air dan menyajikan kopi,” kata pihak AiMoga.
Apa saja yang bisa dilakukan MorNine?
AiMoga menjelaskan bahwa MorNine memiliki kemampuan setara asisten atau L3 yaitu kemampuan untuk memahami makna dari perintah atau percakapan, berjalan atau bergerak secara mandiri sambil menghindari rintangan di sekitarnya, mengenali emosi manusia melalui nada suara dan ekspresi wajah, mendeteksi ketika adanya kesalahan atau gangguan, serta kemampuan untuk mempelajari lingkungan.
“AiMoga kami sudah berada di L3. Kami berhasil naik dari L2 ke L3 dalam waktu 3 tahun. Jadi, L3 adalah tingkat asisten. Pada L3, sistem dapat beroperasi secara mandiri dengan kemampuan menghindari rintangan. Tahap berikutnya adalah L4, yaitu tingkat cakupan,” jelas Sam, salah satu tim AiMoga.
Dalam skenario yang dijelaskan oleh tim AiMoga, Mornine atau yang akrab dipanggil Moin ini disebut bisa menjadi asisten dalam beberapa hal seperti menjadi sales dan asisten untuk melayani para tamu/pembeli.
Saat ini, robot ini sudah menguasai 10 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, China, Inggris, Perancis, Spanyol, Italia dan beberapa bahasa lainnya.
Robot ini akan langsung menjawab ketika disapa, “Hai, Moin.” dan juga peka terhadap sumber suara dimana ia akan langsung menoleh ke arah sumber suara yang menyapanya.
Moin juga bisa menyesuaikan bahasa dimana ia akan langsung menjawab menggunakan bahasa yang sama dengan pembicara tanpa ada perintah lebih dahulu. Misalnya, kalian bisa langsung bertanya menggunakan Bahasa Inggris, dan Moin akan langsung menjawab dengan bahasa yang sama.
Untuk percakapannya sendiri, AiMoga bekerja sama dengan beberapa perusahaan AI seperti DeepSeek, Google AI hingga ChatGPT untuk memahami apa yang disampaikan oleh lawan bicara mereka.
“Kami bekerja sama dengan Google AI untuk fitur obrolan. Jadi, dia bisa berbicara dalam lebih dari 10 bahasa. Selain itu, dia juga memiliki kemampuan untuk memahami sehingga kalian bisa bertanya banyak hal, termasuk cuaca. Dia bisa merespon dalam kurun waktu 1,5 detik,” jelasnya.
Mornine memiliki dua opsi kendali, yaitu menggunakan perintah suara serta pusat kendali melalui smartphone yang terhubung dalam sebuah aplikasi. Untuk menghindari adanya kesalahan pada sistem, Moin juga sudah dilengkapi dengan emergency button untuk langsung mematikan sistem.
“Kami memiliki dua tombol stop button, yaitu hardware dan software. untuk tombol hardware, terdapat di bodi robot dimana kalian bisa langsung menekannya ketika terjadi masalah. Sementara satunya lagi ada di aplikasi kami yang ada pada layar kontrol,” jelas Sam.
Apakah sudah bisa dipesan di Indonesia?
MorNine sendiri sudah hadir di Indonesia dan bagi pihak yang ingin memiliki robot humanoid dari Chery ini, kalian bisa langsung menghubungi pihak Chery Indonesia. Untuk harga resminya sendiri, Chery masih belum membeberkan angka pastinya. Namun di China, MorNine dibanderol seharga Rp700 jutaan.