
-
Semua hal yang berhubungan dengan Google terlihat fantastis. Tengoklah beberapa produk atau layanan yang mereka miliki. Secara statistik, sangat perkasa.
Google Search, layanan paling utama, digunakan untuk melakukan 3,5 miliar kali pencarian internet setiap hari oleh orang-orang di seluruh dunia. Lalu ada 1,5 miliar pengguna aktif Gmail, layanan e-mail gratis dari Google, di akhir 2018. Angka itu dilengkapi dengan masifnya pengguna YouTube, media sosial berbasis video, yang kini telah ditonton 1,8 miliar penduduk maya dunia.
Secara sederhana, produk buatan Google yang diluncurkan ke publik kemudian mati terjadi karena produk-produk itu sukar memperoleh basis pengguna. Google URL Shortener, Google , dan Allo termasuk di antaranya.
Google URL Shortener gagal membendung berkuasanya Bit.ly di segmen pemangkas URL. Di masa-masa awal kemunculannya, pada 2010, sebagaimana diwartakan Techcrunch, Bit.ly menguasai 56 persen pangsa pasar. Kian tahun, angkanya kian meningkat. Salah satu keunggulan Bit.ly dan sukar disaingi Google URL Shortener adalah tersedianya fasilitas analisis atas URL hasil singkatan Bit.ly secara lengkap kepada penggunanya.
Keunggulan pangsa pasar dan fasilitas yang diberikan membuat Bit.ly digdaya dan berhasil mengangkangi Google URL Shortener.
Google alias G merupakan ambisi besar Google memenangkan pertarungan di dunia media sosial. Sebelum melahirkan G , Google cukup sering merilis produk media sosial seperti Orkut (2004), Google Friend Connect (2008), hingga Google Buzz (2010). Sialnya, ketiga media sosial itu gagal.
G sendiri resmi meluncur pada pertengahan 2011. Bukannya sukses, hingga empat tahun beroperasi, G hanya memperoleh sekitar 100 juta pengguna. Di saat bersamaan, misalnya, Facebook sebagai saingan terbesar G telah memperoleh 1,2 miliar pengguna. Hari ini, Facebook setidaknya memiliki 1,5 miliar pengguna aktif, mengalahkan media sosial manapun.
Salah satu alasan utama kalahnya Google ialah produk ini tak memberikan fitur pembeda yang berarti dibandingkan Facebook. Akibatnya, tidak ada cukup alasan bagi pengguna untuk berpindah dari FB ke G .
Allo, yang digadang-gadang akan sanggup menghantam WhatsApp, pun bernasib serupa. Meski Google menjadi pemilik Android dan bisa memaksakan Allo terpasang secara default, toh ini tak cukup kuat membendung WhatsApp. Hingga hari ini, ada 1,5 miliar pengguna aktif WhatsApp. Sementara Allo, hingga ajal menjemputnya, tidak pernah sampai memiliki 50 juta pengguna aktif.
Salah satu penyebab utama rendahnya pengguna Google URL Shortener, Google , dan Allo adalah ketiga layanan tersebut terlambat hadir. Di masing-masing segmen yang hendak dimasuki produk-produk itu, sudah ada pemain-pemain yang lebih dahulu hadir dan telah mengakar digunakan masyarakat.
Bit.ly, Facebook, dan WhatsApp seakan-akan telah menjadi standar bagi masyarakat. Sukar digeser produk apapun, termasuk bikinan Google.
Baca juga artikel terkait GOOGLE atau tulisan menarik lainnya Ahmad Zaenudin