Home
/
Games

Bigetron dan ONIC Lolos, EVOS Terancam Gagal ke Final FFWS SEA 2026

Bigetron dan ONIC menjadi tim Free Fire Indonesia pertama yang berhasil lolos ke Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall setelah tampil meyakinkan di Knockout Stage.

Bigetron dan ONIC Lolos, EVOS Terancam Gagal ke  Final FFWS SEA 2026

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Bigetron by Vitality dan ONIC menjadi dua tim Free Fire Indonesia pertama yang lolos ke Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall.
  • Bigetron mengamankan tiket setelah mendatangkan dua pemain baru, sementara ONIC tampil konsisten dengan roster senior dan kapten asal Thailand.
  • RRQ Kazu, MBR Omega, dan EVOS Divine masih harus berjuang pada pekan keempat untuk memperebutkan enam tiket terakhir.
  • EVOS Divine, sang juara Esports World Cup 2025, terancam gagal ke Grand Finals dan berisiko degradasi jika tidak bangkit di pekan terakhir.

Uzone.id - Bigetron by Vitality dan ONIC menjadi dua tim Free Fire asal Indonesia pertama yang mengamankan tiket Grand Finals Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Fall. Kedua tim memastikan tempat lebih awal setelah tampil meyakinkan pada Knockout Stage pekan ketiga.

Bigetron lebih dulu mengantongi tiket pada pertandingan hari kedua, sementara ONIC menyusul sehari kemudian setelah memimpin klasemen pada hari terakhir pekan ketiga.

Hasil ini tak terlepas dari perubahan susunan roster kedua tim. Bigetron baru saja mendatangkan dua pemain baru, sedangkan ONIC memainkan roster seniornya, dan memberikan peran kapten kepada pemain asal Thailand, Rattapoom ‘Poom’ Sunthalunai. 

Di sisi lain, RRQ Kazu, MBR Omega, dan EVOS Divine masih harus berjuang pada pekan keempat untuk memperebutkan enam tiket terakhir menuju Grand Finals.

Bigetron bangkit, ONIC konsisten


Bigetron by Vitality mengawali pekan ketiga dengan hasil yang belum maksimal. Tim berjuluk ‘Robot Merah’ itu cuma mengumpulkan 54 poin dan menempati peringkat ke-10 pada hari pertama. Mereka juga gagal mendapatkan Booyah, dan cuma mengantongi 33 eliminasi dan 21 poin placement.

Beda cerita di hari kedua. Kehadiran dua pemain baru, Rafael Gabriel ‘Fellow’ Yahzel Lumi dan Velerio Thymoti ‘Tiuszz’ Bolung, langsung memberikan dampak terhadap permainan tim.

Bigetron berhasil mendapatkan satu Booyah, 55 eliminasi, serta 42 poin placement. Mereka mengakhiri hari kedua dengan total 97 poin dan menempati peringkat kedua, tepat di belakang Team Flash yang memimpin klasemen dengan 116 poin.

Hasil tersebut sekaligus menjadikan Bigetron by Vitality sebagai tim Indonesia pertama yang mengamankan tiket menuju Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall.

Sementara itu, ONIC menjadi wakil Indonesia dengan performa paling konsisten sepanjang pekan ketiga. ONIC selalu menempati lima besar pada setiap matchday yang dijalani.

ONIC membuka pekan ketiga dengan finis di posisi kelima lewat perolehan 84 poin. Mereka kemudian naik ke peringkat ketiga pada hari kedua setelah mengumpulkan 87 poin.

Performa terbaik ONIC terjadi pada hari terakhir. Mereka memuncaki klasemen dengan 116 poin dari satu Booyah, 70 eliminasi, dan 46 poin placement. Performa yang terus meningkat tersebut membawa ONIC menjadi tim Indonesia kedua yang lolos ke Grand Finals.

Di sisi lain, RRQ Kazu serta MBR Omega gagal memanfaatkan pekan ketiga untuk mengunci tiket Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall lebih awal. 

MBR Omega menutup hari ketiga di peringkat keenam dengan 75 poin. Sementara RRQ Kazu berada satu posisi di bawahnya dengan perolehan 63 poin.

Keduanya memang tidak bermain buruk, tetapi hasil tersebut belum cukup untuk membawa mereka menempati dua posisi teratas yang berhak mendapatkan tiket langsung. RRQ Kazu dan MBR Omega pun harus kembali bertanding pada pekan terakhir Knockout Stage.

Tekanan justru menimpa sang juara Esports World Cup (EWC) 2025: Free Fire, EVOS Divine. Mereka hanya mampu menempati posisi ke-11 pada hari ketiga dengan 48 poin.

Apabila belum mampu bangkit pada pekan keempat, EVOS Divine bukan cuma terancam gagal tampil di Grand Finals yang berlangsung di Surabaya, tetapi juga berisiko terdegradasi.

Saat ini, sudah ada enam tim yang memastikan tempat di Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall, yakni Bigetron by Vitality dan ONIC, kemudian All Gamers Global, Buriram United Esports, dan Twisted Minds dari Thailand, serta Team Flash asal Vietnam.

Pertandingan Knockout Stage pekan keempat sekaligus kesempatan terakhir bagi RRQ Kazu, MBR Omega, dan EVOS Divine, akan berlangsung pada 4 sampai 6 September 2026. Seluruh pertandingannya bisa kalian saksikan mulai 17.30 di kanal resmi Free Fire Esports ID di YouTube, Facebook, dan TikTok.

FAQ Artikel

Tim Free Fire mana saja dari Indonesia yang sudah lolos ke Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall?

Bigetron by Vitality (BTR) dan ONIC adalah dua tim Free Fire asal Indonesia pertama yang mengamankan tiket Grand Finals Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Fall.

Apa yang menyebabkan Bigetron by Vitality berhasil lolos lebih awal ke Grand Finals?

Keberhasilan Bigetron lolos lebih awal tak terlepas dari perubahan susunan roster tim, dengan mendatangkan dua pemain baru, Rafael Gabriel ‘Fellow’ Yahzel Lumi dan Velerio Thymoti ‘Tiuszz’ Bolung, yang langsung memberikan dampak positif.

Bagaimana performa ONIC sehingga bisa mengamankan tiket Grand Finals?

ONIC menunjukkan performa paling konsisten sepanjang pekan ketiga, selalu menempati lima besar pada setiap matchday, dan memuncaki klasifikasi di hari terakhir. Mereka juga memainkan roster senior dengan kapten Rattapoom ‘Poom’ Sunthalunai.

Tim Indonesia mana saja yang masih harus berjuang di pekan terakhir Knockout Stage?

RRQ Kazu, MBR Omega, dan EVOS Divine masih harus berjuang pada pekan keempat untuk memperebutkan enam tiket terakhir menuju Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall.

Apa risiko yang dihadapi oleh EVOS Divine dalam kompetisi ini?

EVOS Divine berada di bawah tekanan dan terancam gagal tampil di Grand Finals serta berisiko terdegradasi apabila belum mampu bangkit pada pekan keempat.

Muhammad Faisal Hadi Putra

Jurnalis

Lihat semua artikel →
populerRelated Article