
Uzone.id — Anthropic mengambil sikap tegas terkait penggunaan AI oleh Dewan Pertahanan AS, Pentagon. Induk dari model AI Cloude ini memutuskan untuk menolak tawaran Pentagon yang ingin menggunakan teknologi tersebut sepenuhnya alias tanpa batas.
Hal ini disampaikan dalam keterangan resmi CEO Anthropic Dario Amodei pada Kamis, (26/02) lalu–tepat sebelum AS dan Israel menyerang Iran. Dario menyebut bahwa pihaknya tidak bisa memenuhi permintaan Dewan Pertahanan AS.“Department of War menyatakan bahwa mereka hanya akan bekerja sama dengan perusahaan AI yang menyetujui setiap penggunaan AI yang sah secara hukum dan menghapus berbagai batasan–seperti batasan yang kami terapkan,” kata Dario dalam keterangannya.
Batasan yang enggan dilanggar oleh Anthropic tersebut antara lain mengenai penggunaan AI untuk pengawasan massal dalam negeri dan juga senjata otonom yang sepenuhnya dikendalikan oleh AI.
“Kami mendukung penggunaan AI untuk misi intelijen luar negeri yang sah. Tetapi penggunaan AI untuk pengawasan massal terhadap warga negara sendiri tidak sejalan dengan nilai demokrasi,” ujar Dario.
Menurutnya, pengawasan warga negara sendiri yang dikendalikan oleh AI bisa menimbulkan risiko serius bagi kebebasan masyarakat.
Begitupun dengan poin kedua terkait senjata otonom. Menurutnya, senjata otonom dengan kendali AI secara penuh bisa menimbulkan risiko tak hanya untuk prajurit militer namun juga untuk sipil.
“Senjata semi otonom seperti yang digunakan di Ukraina saat ini memang berperan dalam pertahanan. Bahkan senjata otonom penuh–yang sepenuhnya menghilangkan campur tangan manusia dalam memilih dan menyerang target mungkin akan menjadi penting di masa depan,” kata Dario.
Ia melanjutkan, “Tapi, sistem teknologi AI saat ini belum cukup andal untuk digunakan untuk memperkuat senjata otonom penuh. Kami tidak ingin menyediakan produk yang bisa membahayakan tentara maupun warga sipil.”
Dengan mempertimbangkan dua batasan tersebut, Dario pun menegaskan Anthropic tidak bisa memenuhi keinginan Departemen Pertahanan AS. Mereka bahkan tidak memperdulikan ancaman yang dilayangkan pemerintah AS pada platform mereka.
Amerika Serikat mengancam akan menghapus Anthropic dari sistem mereka dan memberi label “risiko rantai pasok” (yang biasanya ditujukan untuk musuh AS), serta menggunakan Defense Production Act untuk memaksa perusahaan mencabut batasan-batasan tersebut.
“Meski begitu, ancaman ini tidak mengubah posisi kami. Kami tidak bisa, dengan hati nurani yang bersih, menyetujui permintaan tersebut,” tutur Dario.
Sikap tegas dari Anthropic ini tak hanya membuat Pentagon geram tapi juga membuat Donald Trump turun tangan langsung. Ia bahkan memerintahkan secara langsung semua federal untuk berhenti menggunakan AI milik Anthropic.
“Kami tidak membutuhkannya, kami tidak menginginkannya, dan tidak akan berbisnis dengan mereka lagi!" tulis Trump dalam postingannya di Truth Social.
Tak lama setelah ujaran tersebut disampaikan, Pentagon ketahuan masih menggunakan Claude–AI milik Anthropic–untuk menyerang Iran. AI tersebut digunakan untuk melacak, memata-matai target bahkan membantu memilih sasaran hingga mengidentifikasi target.
Anthropic sendiri sudah bekerja sama dengan Pentagon semenjak 2024 lalu, bahkan teknologi mereka–Claude–telah banyak terintegrasi pada sistem militer AS. Perusahaan ini juga ikut andil dalam penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro pada Januari 2026 lalu.