icon-category Digilife

Binance Ajak Telkom dan BCA Bikin Bursa Mata Uang Kripto?

  • 11 Dec 2021 WIB
  • Bagikan :
    Ilustrasi Binance/Foto: Forbes

    Uzone.id – Investasi mata uang kripto (cryptocurrency) di Indonesia semakin marak dan tampaknya akan kian menarik perhatian masyarakat hingga pemain besar yang mengelola bursa perdagangan kripto dunia seperti Binance.

    Sebagai platform bursa perdagangan terbesar di dunia, Binance Holdings dikabarkan sedang dalam perbincangan dengan orang terkaya sejagat Indonesia, Hartono bersaudara, dan PT Telkom Indonesia untuk mendirikan pertukaran perdagangan mata uang kripto.

    Dari sumber anonim, diskusi tersebut membahas soal kerja sama antara Binance dan BCA sebagai perusahaan yang dipegang oleh duo Budi dan Michael Hartono dan Telkom Indonesia. Bursa perdagangan kripto ini disebut-sebut bertujuan untuk memperluas adopsi cryptocurrency di Indonesia.

    Binance menilai Indonesia memiliki potensi besar, apalagi negara ini berada di urutan ke-empat sebagai negara dengan penduduk paling padat di dunia, di mana masyarakatnya tidak memiliki akses maksimal dan merata ke layanan pinjaman bank dan bentuk finansial resmi lainnya.

    Baca juga: Kripto Omicron Naik 900 Persen karena Nama Mirip Virus Corona

    Mengutip Bloomberg, kesepakatan ini akan memberi Binance pijakan lebih besar dalam ekonomi yang saat ini sedang berkembang pesat, sembari membuka peluang para pengusaha kuat di Indonesia agar dapat terlibat lebih dalam di mata uang digital.

    Prediksi yang beredar, BCA dapat menjalin kemitraan dengan Binance melalui entitas terkait lainnya. Belum ada bocoran lebih jauh, karena diskusi ini sedang berlangsung dan ketentuan kesepakatan antara kedua pihak masih bisa berubah.

    “Kami mendukung pertumbuhan berkelanjutan dari industri blockchain secara global dan kami terus mencari peluang bisnis di setiap negara,” tutur juru bicara Binance yang enggan berkomentar lebih lanjut.

    Sementara Telkom Indonesia kabarnya masih mempelajari peluang baru untuk menjalin kerja sama dengan pemain-pemain besar bursa kripto melalui anak usaha MDI Ventures, terutama mempertimbangkan potensial blockchain dan pasar kripto, serta peluang untuk memanfaatkan kemampuan konektivitas grup perusahaan.

    Baca juga: Tanda-tanda Pendiri Kripto Mau Masuk ke Dunia Kripto

    Dari sisi BCA, perwakilan perusahaan mengatakan pihaknya belum membahas investasi di ranah ini di rapat dewan. Yang jelas, BCA hanya menekankan bahwa mereka membahas kolaborasi dengan berbagai mitra bisnis dan telah menjalin kemitraan dengan banyak fintech dan platform e-commerce.

    Seperti yang diketahui, pemerintah Indonesia selama ini mendukung aset mata uang kripto, yang artinya mereka mengizinkan para pemain untuk memperdagangkan bersama komoditas berjangka sebagai opsi investasi, serta mendorong untuk mendirikan bursa pertukaran yang fokus pada kripto pada akhir tahun.

    Pemerintah Indonesia memang tidak mengizinkan penggunaan aset kripto sebagai bentuk mata uang, karena rupiah adalah satu-satunya alat pembayaran yang sah.

    Binance sendiri telah berinvestasi di Tokocrypto, salah satu platform bursa jual-beli mata uang kripto di Indonesia.

    Cek informasi menarik lainnya di Google News

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini