Bisa Nonton Film IMAX di Meta VR Glasses, Harganya Rp23 Jutaan
Meta meluncurkan kacamata pintar Meta VR Glasses seharga USD1.299 dan Ray-Ban Meta Audio tanpa kamera seharga USD349 di ajang Meta Connect 2026.

Meta VR Glasses
Highlight Artikel
- Meta meluncurkan Meta VR Glasses dan Ray-Ban Meta Audio di ajang Meta Connect 2026.
- Meta VR Glasses berbobot ringan 100 gram dengan dukungan layar micro-OLED beresolusi 5K.
- Ray-Ban Meta Audio merupakan kacamata pintar pertama yang tidak menggunakan kamera sama sekali.
- Harga Meta VR Glasses dipatok mulai USD1.299, sedangkan Ray-Ban Meta Audio mulai USD349.
Meta VR Glasses adalah kacamata berbasis virtual reality (VR) yang dirancang lebih ringan dari Meta Quest. Beda hal dengan Ray-Ban Meta Audio yang menjadi kacamata pintar pertama perusahaan yang dibuat tanpa kamera, dan hanya mengandalkan audio serta Meta AI.
Fitur dan harga Meta VR Glasses
Meta VR Glasses dibuat menggunakan sistem hardware yang terbagi menjadi dua bagian. Bagian kacamatanya menjadi tempat bagi layar dan sejumlah sensor, sementara prosesor, baterai, sampai penyimpanannya ditempatkan pada perangkat yang berbentuk puck.
Keduanya terhubung menggunakan kabel optik, di mana puck tersebut bisa dijepitkan pada saku atau tas saat kacamata digunakan.
Karena desain tersebut, bobotnya pun cuma 100 gram atau lima kali lebih ringan dari Meta Quest 3. Bentuknya juga tidak seperti headset VR kebanyakan yang tebal dan seolah ‘menutupi’ kepala—lebih mirip kacamata biasa.
Meta VR Glasses menggunakan panel micro-OLED dengan resolusi 5K dan kerapatan 37 piksel per derajat. Layarnya juga mendukung Dolby Vision, kemudian dipadukan dengan speaker Dolby Atmos yang ditempatkan pada bingkai kacamata.
Kacamata ini ditenagai Snapdragon Reality Elite, chipset baru Qualcomm yang dirancang khusus untuk perangkat extended reality (XR).
Meta AI turut disematkan ke dalam OS-nya. Berbagai kemudahan pun bisa dirasakan, mulai dari mengoperasikan perangkat misalnya, bisa menggunakan perintah suara, gerakan mata, dan gestur tangan tanpa bantuan controller.
Untuk menopang dayanya, Meta VR Glasses diklaim dapat digunakan selama tiga jam untuk memutar konten beresolusi tinggi. Baterai pada puck-nya juga mendukung fast charging 45W.
Menariknya, walau dimensinya ringkas, Meta VR Glasses menjadi perangkat VR pertama yang mendapatkan sertifikasi IMAX Enhanced. Artinya, perangkat ini mendukung film 3D dengan rasio layar IMAX, termasuk sejumlah film yang tersedia melalui Disney+.
Meta turut menggandeng Prime Video, YouTube, HBO Max, Paramount+, Crunchyroll, Peacock, dan sejumlah platform lainnya untuk menyediakan konten pada perangkat tersebut.
Kacamata ini juga bisa digunakan untuk menonton pertandingan olahraga secara imersif dalam resolusi hingga 8K dengan sudut pandang 180 derajat. Meta menargetkan lebih dari 100 pertandingan olahraga tersedia setiap tahunnya.
Untuk bermain game, Meta VR Glasses bakalan memiliki lebih dari 75 judul game yang dapat dimainkan menggunakan gestur tangan. Malah, ratusan game lainnya juga bisa dimainkan melalui layanan Xbox Cloud Gaming.
Fitur lainnya adalah Hologram Calling. Fitur ini membuat versi digital pengguna secara fotorealistik, lengkap dengan ekspresi wajah dan gerakan secara real-time ketika melakukan panggilan video. Hologram Calling dapat digunakan melalui sejumlah aplikasi panggilan video, termasuk WhatsApp dan Zoom.
Soal harga, Meta VR Glasses baru dijual di Amerika Serikat (AS) pada musim semi 2027 dengan banderol mulai USD1.299 atau sekitar Rp23,2 jutaan.
Fitur dan harga Ray-Ban Meta Audio
Ray-Ban Meta Audio tak kalah menarik. Kalau sebelumnya kacamata kolaborasi Ray-Ban dan Meta selalu punya kamera, Ray-Ban Meta Audio justru tak memilikinya. Kacamata pintar ini cuma mengandalkan audio sebagai fitur utamanya.
Ray-Ban Meta Audio menggunakan speaker berjenis open-ear. Pengguna tetap dapat mendengarkan musik, podcast, maupun menerima panggilan telepon tanpa menutup telinga sepenuhnya.
Speaker-nya dibuat terarah untuk mengurangi kebocoran suara. Meta mengklaim suara yang dikeluarkan perangkat tidak mudah terdengar oleh orang di sekitar selama volumenya berada pada tingkat normal.
Sama halnya, Ray-Ban Meta Audio juga dilengkapi Meta AI. Pengguna dapat memintanya untuk mencari informasi, mengirim pesan, melakukan panggilan, mengatur pengingat, maupun menerjemahkan percakapan secara langsung.
Meta turut menyematkan tombol khusus untuk mengaktifkan Meta AI. Tombol tersebut bisa diatur sebagai pintasan untuk menjalankan fitur yang paling sering digunakan.
Ray-Ban Meta Audio memiliki bobot 43 gram. Bingkainya dilengkapi ujung tangkai dan bantalan hidung yang dapat disesuaikan agar lebih nyaman ketika digunakan dalam waktu lama.
Daya tahan baterainya pun diklaim mencapai 12 jam dalam sekali pengisian. Sedangkan charging case bawaannya memberikan tambahan daya hingga 48 jam.
Ada dua model yang ditawarkan, yakni Clubmaster dengan gaya retro dan Burbank yang punya bentuk bingkai persegi. Dan secara keseluruhan, Meta menyediakan 23 kombinasi warna bingkai dan lensa. Kedua model Ray-Ban Meta Audio juga dapat menggunakan lensa resep sesuai kebutuhan penggunanya.
Ray-Ban Meta Audio dijual dengan harga mulai USD349 atau setara Rp6,2 jutaan. Pemesanan awalnya sudah dibuka, sementara pengiriman kepada konsumen dimulai pada 13 Oktober 2026.
FAQ Artikel
Apa perbedaan utama antara Meta VR Glasses dan Ray-Ban Meta Audio?
Meta VR Glasses adalah kacamata VR ringan berlayar micro-OLED 5K, sedangkan Ray-Ban Meta Audio adalah kacamata pintar tanpa kamera yang fokus pada audio open-ear dan Meta AI.
Berapa harga Meta VR Glasses dan kapan dirilis?
Meta VR Glasses dijual mulai dari USD1.299 atau sekitar Rp23,2 jutaan, dan akan mulai dipasarkan di Amerika Serikat pada musim semi 2027.
Apakah Ray-Ban Meta Audio memiliki kamera?
Tidak, Ray-Ban Meta Audio dirancang tanpa kamera dan sepenuhnya mengandalkan sistem audio open-ear serta kecerdasan buatan Meta AI.
Berapa lama daya tahan baterai Ray-Ban Meta Audio?
Baterai kacamata ini bertahan hingga 12 jam untuk sekali pengisian daya, dengan tambahan daya hingga 48 jam dari wadah pengisi daya bawaannya.
Muhammad Faisal Hadi Putra
Jurnalis

