
Stres dan psoriasis ternyata saling berhubungan. Stres menjadi salah satu pemicu terjadinya psoriasis dan psoriasis dapat membuat seseorang jadi stres. Psoriasis membuat orang merasa stres karena peradangan yang terjadi di kulitnya sehingga membuatnya tersiksa bahkan malu untuk beraktivitas. Untuk memahami lebih jauh bagaimana stres mengakibatkan psoriasis, mari kenali lebih dahulu apa itu psoriasis.
Perlu diingat bahwa psoriasis tidak dapat disembuhkan, tetapi pengobatan dapat membantu mengontrol gejalanya. Penyebab utamanya belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, besar kemungkinan psoriasis disebabkan oleh sistem autoimun di mana sel T yang seharusnya bertugas menyerang infeksi dan bakteri justru menyerang sel-sel kulit sehat seolah-olah ada luka atau infeksi.
Gejala psoriasis bisa datang dan pergi, tapi ada banyak pemicu yang harus dihindari oleh penderita psoriasis. Penelitian menemukan bahwa mereka yang memiliki psoriasis berisiko lebih besar mengalami depresi, memiliki keinginan untuk bunuh diri, dan mengalami kecemasan. Hal tersebut juga memicu psoriasis yang semakin parah. Stres menjadi salah satu faktor risiko yang dapat memicu psoriasis.
Menurut American Academy of Dermatology, meskipun psoriasis adalah kondisi genetik, faktor lingkungan sering jadi pemicu juga. Dr. Vesna Petronic Rosic, spesialis kulit dan profesor kedokteran di University of Chicago Medicine mengatakan, psoriasis sangat bergantung pada stres. Pasien psoriasis sangat mudah mengalami stres dan kondisi kulit mereka cenderung membaik saat sedang rileks dan memburuk ketika sedang stres.
Stres secara psikologis bisa memicu rasa nyeri dan pembengkakan pada kulit. Ketika seseorang mengalami penurunan tingkat stres, kulit mereka cenderung membaik. Sebuah ulasan ilmiah tahun 2013 mencatat bahwa 68 persen orang dewasa yang mengalami psoriasis gejalanya bertambah parah setelah dilanda stres.
Kondisi ini menunjukkan bahwa seseorang yang berada di bawah tekanan psikologis dapat memicu terjadinya peradangan di dalam tubuh. Akhirnya, peradangan bisa membuat gejala psoriasis memburuk. Penelitian lain menunjukkan bahwa peningkatan sel peradangan yang diakibatkan oleh stres mengakibatkan psoriasis yang semakin parah.
Ada beberapa aspek dari stres yang disinyalir menjadi tekanan pada penderita psoriasis, yakni:
Ketua dari National Psiorasis Foundation, dr. Colby Evans, menyatakan bahwa penyebab stres tidak bisa dihindari. Akan tetapi, reaksi Anda terhadap stres bisa dikendalikan. Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi tingkat stres agar tidak berefek negatif pada tubuh dan pikiran. Berikut ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh penderita psoriasis untuk mengurangi stres:
Melakukan latihan dan olahraga ringan seperti berjalan kaki dapat membantu melepaskan hormon endorfin. Endorfin dikenal sebagai hormon penghilang stres dan meningkatkan rasa senang.
Ketiga aktivitas ini dikenal mampu membantu mengurangi stres dan kecemasan. Ketiganya adalah bentuk dari meditasi yang dapat melepaskan hormon endorfin pada prosesnya.
Tai chi merupakan latihan fisik yang menggabungkan perhatian penuh. Gerakan ini dilakukan secara lambat dengan pernapasan yang teratur sehingga dapat membantu mengurangi tingkat stres.
Melakukan pijatan dapat membantu mengurangi stres dan melemaskan ketegangan otot sekaligus meningkatkan rasa aman.
Berhenti merokok dan minum terlalu banyak alkohol bermanfaat dalam mengelola stres. Selain itu, menyantap makanan yang menyehatkan juga bisa membantu Anda mengendalikan tekanan psikologis.
Jika stres yang Anda alami terlalu berat dan tidak kunjung hilang, ada baiknya Anda berkonsultasi pada psikolog untuk mendapatkan solusi lebih lanjut. Selain itu, menjaga relasi dengan orang-orang terdekat bisa membantu mengurangi penyebab stres.
The post Bisakah Stres Mengakibatkan Penyakit Psoriasis? appeared first on Hello Sehat.