
-
Uzone.id - Dulu, menyebut ponsel dengan keyboard Qwerty yang punya keamanan tinggi, pastilah BlackBerry tersebut. Tapi itu dulu.
Kini nama BlackBerry tenggalam, bahkan kini mereka tidaklah membuat ponsel dan menyerahkan lisensinya ke TCL. Fokus BlackBerry saat ini hanya di bidang software keamanan.
CEO BlackBerry John Chen, tidak bisa menampik BlackBerry di bisnis ponsel sudah habis. Walaupun, dia juga merasa ponsel penguasa industrti, Apple dan Android tidak lebih bagus dari BlackBerry.
“Mereka bukanlah ponsel yang lebih baik dari kami. Keamanannya tidak sama dari kami,” ujar Chen, seperti dikutip dari Telegraph.
Baca juga:Netflix Terus Berdiskusi dengan Telkom
BlackBerry telat mengantisipasinya, karena mengandalkan satu aplikasi saja dan tidak memberikan ruang khusus untuk pengembang pihak ketiga, pun membuat BlackBerry kewalahan.
BlackBerry kini menyediakan software untuk kendaraan, drone, pembangkit listrik sampai stasiun luar angkasa. Cukup bagus kondisi bisnis mereka lantaran banyak yang memakai, termasuk di sekitar 150 juta kendaraan.
BlackBerry masih bersyukur masih bisa bertahan dengan mengubah fokus bisnis mereka. Menurut Chen apa yang terjadi dengan BlackBeerry, bisa saja terjadi di perusahaan lain.
"Sekitar 6 tahun silam, manufaktur ponsel terbesar adalah Ericsson, Motorola dan BlackBerry. Tak ada satupun dari ketiganya membuat ponsel sendiri lagi," tandasnya.