BMW E30 Lawas Era 90an jadi Mobil Listrik, Jarak Tempuh 300 Km
Autronics Engineering berhasil mengubah BMW E30 klasik menjadi mobil listrik LFP berjangkauan 300 km, dengan biaya konversi sekitar Rp300-600 juta.

Highlight Artikel
- Autronics Engineering berhasil mengkonversi BMW E30 era 90-an menjadi mobil listrik, menjadikannya unit konversi listrik perdana mereka.
- Mobil listrik BMW E30 ini diklaim mampu menjelajah hingga jarak 300 kilometer dalam kondisi baterai penuh.
- Pengembangan proyek konversi ini memakan waktu dari tahun 2023 hingga selesai pengerjaan dan uji tipe pada pertengahan 2024.
- Biaya konversi mobil listrik BMW E30 berkisar antara Rp300 juta hingga Rp600 juta, dengan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) buatan internal menjadi komponen termahal.
Mobil ini merupakan unit BMW E30 konversi listrik perdana dari rumah modifikasi tersebut. Dalam kondisi baterai terisi penuh, mobil ini diklaim mampu menjelajah hingga jarak 300 kilometer.
Pengembangan proyek ini membutuhkan durasi yang cukup panjang hingga dinyatakan layak jalan.
Marketing Director Autronics Engineering, Ahmad Haryadi, membeberkan tahapan pembuatan hingga uji kelayakan kendaraan tersebut.
"Mobil ini sebenarnya sudah kita garap sejak 2023, lalu selesai pengerjaannya di awal 2024. Langsung kita proses uji tipe, dan selesai itu pada pertengahan 2024," ujar Ahmad saat ditemudi di ajang IMX 2026.
Meski tahap uji tipe rampung pada pertengahan 2024, penyempurnaan komponen terus berjalan. Salah satu pembaruan signifikan terletak pada sektor daya yang kini menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) buatan internal.
"Kita sudah lakukan pembaruan di baterainya. Kalau saat ini kita pakai baterai LFP. Tapi, mulai pemasangan, pemrograman, hingga battery pack, sudah kita buat sendiri di workshop," kata Ahmad.
Sistem pengisian daya pada kendaraan konversi ini belum mendukung fitur pengisian cepat (fast charging). Dengan pasokan daya sebesar 7 kW, proses pengisian membutuhkan waktu lebih lama, meski tetap praktis untuk penggunaan harian.
"Iya, belum didukung fast charging. Jadi dayanya ini masih 7 kW. Tapi kalau saya sebagai pengguna kendaraan listrik, hitungannya beda. Misal saya pergi ke mall, isi selama dua jam bisa dapat berapa persen," tutur Ahmad.
Mengenai pengerjaan, estimasi biaya konversi tergolong tinggi dengan kisaran Rp300 juta hingga Rp600 juta tergantung spesifikasi.
Baterai menjadi komponen dengan porsi biaya terbesar karena masih harus didatangkan dari luar negeri.
"Untuk biayanya itu beragam ya, tergantung kendaraan dan spesifikasinya. Kalau mobil listrik itu kan baterai yang paling utama karena itu yang menghasilkan energi. Biayanya ya sekitar Rp300 juta sampai Rp600 jutaan," ucapnya.
Ahmad menitip pesan bagi para pengguna maupun calon pemilik kendaraan listrik untuk selalu mempertimbangkan ukuran baterai saat memilih unit.
"Pilih yang baterai paling besar. Mobil listrik itu karena saking nyamannya, dia pasti pakai setiap hari. Jadi kalau baterai besar gak perlu sering-sering ngecas, dan lebih awet juga," kata Ahmad.
FAQ Artikel
Siapa yang berhasil mengkonversi BMW E30 menjadi mobil listrik?
Utronics Engineering (atau Autronics Engineering) adalah rumah modifikasi yang berhasil mewujudkan konversi BMW E30 era 90-an menjadi mobil listrik.
Berapa jarak tempuh mobil listrik BMW E30 hasil konversi ini?
Dalam kondisi baterai terisi penuh, mobil listrik BMW E30 ini diklaim mampu menjelajah hingga jarak 300 kilometer.
Berapa estimasi biaya untuk mengkonversi mobil menjadi mobil listrik di Autronics Engineering?
Estimasi biaya konversi tergolong tinggi, berkisar antara Rp300 juta hingga Rp600 juta, tergantung spesifikasi kendaraan yang diinginkan.
Apakah sistem pengisian daya mobil konversi ini sudah mendukung fast charging?
Belum, sistem pengisian daya pada kendaraan konversi ini belum mendukung fitur pengisian cepat (fast charging), dengan pasokan daya 7 kW.
Bagja Pratama
Jurnalis

