
Sembelit sangat umum terjadi dan dapat menyerang siapa saja. Orang dewasa yang mengalami kondisi ini dapat mengobatinya dengan minum obat pencahar. Namun, bila sembelit terjadi pada bayi, bolehkah diberi obat pencahar untuk meredakan gejalanya? Sebelum memberikan obat ini pada si buah hati, yuk cari tahu kapan bayi boleh diberikan obat sembelit.
Obat melancarkan BAB umumnya aman diminum orang dewasa. Akan tetapi, obat ini tidak boleh diberikan sembarangan pada anak-anak, terutama bayi.
Sebelum Anda memberikan obat pencahar ini untuk bayi, sebaiknya konsultasikan lebih dahulu pada dokter.
National Health Service, program layanan kesehatan masyarakat di Inggris, menyebutkan bahwa bayi yang belum disapih tidak dianjurkan minum obat untuk sembelit.
Penggunaan obat ini kemungkinan besar dapat menimbulkan efek samping yang buruk karena sistem pencernaan bayi masih belum sempurna.
Meski tidak disarankan minum obat sembelit, Anda masih bisa meredakan gejala susah buang air pada bayi dengan cara lain. Jay L. Hoecker, M.D, dokter anak di Mayo Clinic menjelaskan beberapa cara, di antaranya:
Bayi yang sudah memasuki masa MPASI rentan dengan sembelit. Kondisi ini tidak diatasi dan dicegah dengan obat sembelit, melainkan memperhatikan makanan bayi.
Anda mungkin dapat memberikan anak Anda sari buah apel atau pir. Kedua buah ini mengandung sorbitol, yaitu pemanis yang bekerja seperti obat sembelit untuk bayi.
Cukup berikan sebanyak 60 sampai 120 mg jus buah setiap hari. Selain itu, tambahkan kacang-kacangan dan gandum yang mengandung lebih banyak serat.
Untuk memaksimalkan perawatan sembelit tanpa obat, Anda mungkin perlu memijat bayi Anda. Pijatan pada tubuh bisa meningkatkan gerakan pada usus sehingga feses jadi lebih mudah dikeluarkan.
Berikut beberapa pijatan yang bisa meningkatkan gerakan usus bayi:
Pada kasus sembelit parah, cara di atas mungkin tidak cukup ampuh. Akibatnya, Anda perlu membawa kembali si kecil ke dokter.
Dokter mungkin akan memberikan obat pencahar untuk mengatasi sembelit bayi. Biasanya, obat yang diberikan adalah gliserin dosis rendah yang dimasukkan lewat anus.
Sebelum memberikan obat pencahar untuk bayi, dokter akan memastikan beberapa hal, di antaranya:
Jika masih juga tidak membaik, pemeriksaan kesehatan lebih lanjut akan dilakukan. Kemungkinan sembelit yang dialami terjadi akibat adanya penyakit lain, seperti fibrosis kistik, hipotiroidisme, atau penyakit Hirschsprung (gangguan pada usus besar).
The post Bolehkah Bayi Minum Obat Pencahar? appeared first on Hello Sehat.