
Uzone.id - Nubia dikenal sebagai merek smartphone yang fokus di segmen gaming, baik itu kelas low-end, menengah, bahkan seri flagship. Salah satu yang mereka luncurkan di Indonesia adalah Nubia Neo 3 GT yang dibanderol Rp2,9 jutaan.
Biar makin menarik perhatian para gamer, Nubia pun menggandeng Free Fire, menyertakan salah satu karakternya pada kemasan Nubia Neo 3 GT Master Edition. Kami pun berkesempatan untuk membongkar paket spesial ini, untuk melihat apa saja isinya, dan bagaimana kesan pertama kami memegang Nubia Neo 3 GT.Kasih aksesori lengkap buat gamer
Serba spesial kemasan paket penjualan Nubia Neo 3 GT Master Edition ini. Bagian luarnya dibalut tematik Free Fire yang menampilkan karakter Kapella, dan kalau dibalik boksnya, ada Treatment Gun, senjata jenis pistol yang unik karena bisa digunakan untuk menyembuhkan atau memberi heal ke rekan satu tim.
Ini baru lapisan luar, karena saat sleeve-nya diangkat, ada dua boks dengan kelir perak dan motif carbon-fiber yang tampak futuristis. Masing-masing boksnya adalah Game Master Suit dan boks eksklusif untuk Nubia Neo 3 GT.
Membuka Game Master Suit, isinya antara lain:
Boks lainnya, ada beberapa item lain yang terbilang lengkap, antara lain:
HP gaming Rp2 jutaan, sudah punya trigger
Nubia neo 3 GT punya desain khas ponsel gaming, namun tidak dibuat ‘heboh’. Form factor-nya masih seperti smartphone pada umumnya, pun demikian dengan desainnya yang minim garis geometris di bodi belakangnya.
Hanya ada tiga lingkaran kamera yang disusun vertikal dan dibuat frameless, terdiri dari kamera utama 50 MP, auxiliary lens, serta LED flash.
Bagian belakang juga dibikin gahar dengan logo seperti mata robot di sisi kanannya yang bisa menyala. Nah, lampu ini akan menyala saat kalian bermain game, menerima notifikasi atau panggilan masuk, saat ponsel sedang diisi dayanya, atau kalian bisa biarkan lampu ini menyala sepanjang waktu.
Tepat di atasnya, ada tulisan ‘Win More Games’, seolah menegaskan kalau ponsel ini memang dipersiapkan untuk mendukung aktivitas gaming penggunanya.
Ada detail menarik juga di sisi kanan smartphone ini. Terdapat tombol Power yang diberi aksen merah menyala, serta shoulder trigger kapasitif yang jadi salah satu fitur utama smartphone ini. Tombol ini punya fungsi seperti R1 + L1 pada joystick di konsol, bisa diatur untuk fungsi tertentu, dan amat membantu saat bermain game kompetitif, seperti battle royale.
Di setiap sisinya, di bagian bawah, ada slot kartu SIM, mikrofon, port USB-C, dan griller speaker utama. Di bagian atas, ada mikrofon lainnya dan speaker sekunder yang dikeluarkan lewat earpiece. Sementara di sisi kanan, selain tombol Power dan shulder trigger, tombol Volume pun disertakan di sisi ini.
Beralih ke depan, Nubia Neo 3 GT hadir dengan panel AMOLED, fitur yang terasa mewah untuk smartphone di rentang harganya.
Layarnya seluas 6,8 inci dengan dukungan refresh rate 120Hz, serta suguhkan resolusi Full HD+ dengan tingkat kecerahan maksimal 1.300 nits. Lantaran panelnya AMOLED, maka Nubia pun kasih fitur in-display fingerprint.
Pakai Unisoc T9100, emang mumpuni?
Jangan dulu skeptis saat melihat Unisoc T9100. Prosesor Unisoc umumnya memang dipakai oleh smartphone entry yang harganya murah. Namun beda dengan Unisoc T9100 ini, dibuat dengan fabrikasi 6nm, prosesor ini usung tiga kluster CPU dengan clock-speed maksimal 2,7 GHz.
Chipset ini berpadu dengan RAM 12 GB yang bisa ditambah lagi hingga 12 GB secara virtual, serta ruang penyimpanan 256 GB. Untuk menopang dayanya, Nubia Neo 3 GT disokong baterai 6.000 mAh yang dapat diisi dalam waktu super singkat via adaptor charger 80W.
Untuk mengatur performa dan segala fitur di dalamnya, Nubia benamkan sistem Game Space pada Neo 3 GT. Fitur ini bisa diakses lewat bar notifikasi, atau bakal aktif otomatis saat kalian membuka game.
Game Space ibarat ‘kokpit’ khusus gamer. Sebab, saat fitur ini aktif, kalian mendapatkan kendali penuh terhadap performa dan fitur pendukung gaming di Nubia Neo 3 GT.
Kalian bisa mengatur tingkat performa, dari Eco, Balance, dan juga Rise untuk level tertingginya. Kalian juga bisa mengatur posisi shoulder trigger di layar dan sensitivitasnya. Malah, mengaktifkan fungsi macro hingga shooting game assistance pun, bisa di Game Space ini.
Kalau kalian penasaran dengan seberapa tinggi kinerja Nubia Neo 3 GT, ponsel ini juga menyediakan pemantauan clock-speed CPU, GPU, serta frame rate secara langsung. Mengaktifkan Bypass Charging pun, bisa langsung via Game Space.
Kalian tentu penasaran, seberapa tinggi performanya, kan? Kami menggunakan beberapa aplikasi benchmark untuk menguji sebagus apa kinerja Nubia Neo 3 GT. Berikut selengkapnya:
Di AnTuTu Benchmark v11, Nubia Neo 3 GT mencatatkan skor 730.737 poin. Ini adalah skor yang cukup solid dan bertenaga, setidaknya membuktikan kalau Unisoc T9100 mampu kasih performa mentah untuk menunjang berbagai kegiatan, baik multitasking maupun gaming.
Sejalan dengan skor yang diraihnya di PCMark yang menyentuh 14.096 poin. Angka ini jelas menunjukkan kalau Nubia Neo 3 GT mampu menangani multitasking, browsing, dan edit foto ringan dengan sangat mulus.
Cuma, performa ponsel ini akan berasa keteteran saat bermain game yang berat, seperti Delta Force dan PUBG Mobile. Delta Force saja, Nubia neo 3 GT hanya sanggup menjalankannya pada grafis yang rendah untuk bisa menampilkan gameplay pada 30 FPS.
Namun untuk bermain game seperti Free Fire, kinerja Nubia Neo 3 GT seolah dimaksimalkan. Game ini dapat dimainkan pada 60 FPS di grafis paling tinggi.
Terbukti juga pada hasil tes yang kami lakukan di 3DMark Wild Life Stress Test. Skor terbaiknya hanya 2.048 poin dengan titik frame rate tertinggi pada 24 FPS.
Untungnya, ponsel ini punya baterai jumbo yang capai 6.000 mAh. Dari pengujian kami di PCMark pada posisi layar 120Hz dan WiFi aktif, ponsel ini mencatatkan screen on-time hingga 10 jam 21 menit.
Kesimpulan
Nubia Neo 3 GT Master Edition menawarkan paket lengkap buat para gamer. Bukan saja aksesori standar seperti adaptor charger, casing, kabel USB-C, dan SIM ejector saja, tapi ada juga aksesori Gamepad 2 untuk menambah experience gaming di Nubia Neo 3 GT.
Di sektor spesifikasi, Nubia Neo 3 GT juga suguhkan dapur pacu yang mumpuni, seperti layar AMOLED 120Hz, baterai 6.000 mAh, dan shoulder trigger kapasitif. Kelebihan tersebut jelas memberikan nilai lebih ketimbang ponsel Rp2 jutaan lainnya.
Namun yang bikin pengalaman kurang adalah performa Unisoc T9100 yang dirasa nanggung. Kinerjanya memang mulus buat main game, asalkan game yang dimainkan diset pada grafis yang tidak terlalu tinggi. Bila dipaksakan main game AAA seperti Delta Force atau PUBG Mobile, siap-siap saja dibuat kecewa, karena kemampuan grafis 3D-nya yang terbatas.