
Uzone.id - PT Pertamina (Persero) mengalami penurunan pelanggan di SPBU akibat peralihan konsumen ke produk BBM milik SPBU swasta.
Hal ini disampaikan langsung oleh Simon Aloysius Mantiri selaku Direktur PT Pertamina (Persero). Simon mengakui perpindahan pelanggan terjadi karena isu tata kelola hukum yang sedang dialami perusahaan."Tentunya harus kerja keras. Sekarang kan saya bilang, salah satu faktor penyumbang tentunya, ada trust issue dari masyarakat antara lain, kita sedang ada kasus tata kelola hukum. Kita ini semua, masyarakat sudah tahu," ujar Simon dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden.
Simon mengaku pihaknya sedang bekerja keras agar bisa mengembalikan kepercayaan konsumen untuk menggunakan BBM dari Pertamina.
"Jadi kita juga terus menerus melakukan perbaikan di dalam tata kelola dan kita secara rutin melakukan sosialisasi bahwa yang sudah kami lakukan ini yang sebenarnya," lanjut Simon.
Simon mengatakan, saat ini Pertamina sedang menggenjot peningkatan kapasitas dan kualitas produksi di kilang mereka. Dirinya menyebutkan Kilang Balikpapan diharapkan mampu berkontribusi pada peningkatan kualitas BBM setara Euro 5.
"10 Ppm sulfurnya, jadi sangat rendah. Jadi tentunya kita terus menerus investasi juga ke arah sana. Meneruskan pekerjaan-pekerjaan yang sudah ada sebelumnya," jelasnya.
Seperti diketahui, polemik langkanya produk BBM di SPBU Swasta ramai diperbincangkan selama beberapa pekan terakhir ini.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, meminta SPBU Swasta yang kehabisan kuota impor minyak bisa membelinya di Pertamina agar stok di SPBU bisa kembali normal.
Sejauh ini, para stakeholder baik dari pemerintah, Pertamina, dan operator SPBU Swasta sudah bertemu untuk mengembalikan stok BBM.
Simon menegaskan dalam transaksi tersebut pihaknya tidak mencari keuntungan, seluruh transaksi jual beli pun akan dilakukan secara terbuka.
"Yang pasti saya juga tegaskan pada tadi ke semua, terbuka ke teman-teman dari Badan Usaha Swasta bahwa Pertamina juga tidak memanfaatkan situasi ini dan tidak mencari keuntungan di sini," pungkasnya.
Kelangkaan stok BBM di SPBU swasta sudah berlangsung sejak 28 Agustus 2025 lalu, artinya hampir satu bulan Shell dan BP-AKR tidak memiliki produk bensin.
Kala itu, President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian membenarkan kosongnya stok BBM di SPBU. Ia belum bisa memastikan sampai kapan kelangkaan BBM akan terjadi.
"Shell Indonesia ingin menginformasikan bahwa produk bahan bakar minyak (BBM) Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ tidak tersedia di beberapa jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU Shell hingga waktu yang belum dapat dipastikan," ujarnya dalam keterangan resminya.