
-
Uzone.id - Ya, itulah yang terjadi pada sejumlah karyawan di Oracle. Alasan mereka melakukan mogok kerja adalah, Larry Ellison, chairman dan pendiri Oracle mendukung Donald Trump.
Ellison menjadi salah satu tim yang melakukan penggalangan dana kampanye Trump jelang Pilpres AS. Karena seperti diketahui, Trump akan mencalonkan kembali menjadi presiden AS.
Event tersebut digelar di kediaman Ellson, di Rancho Mirage, California. Mereka yang ingin diskusi atau foto dengan Trump dikenai biaya sampai US$ 250 ribu.
Baca juga: Rilis Berdekatan, Realme C3 Bakal Rugikan Penjualan Realme 5i?
"Sekitar 300 pegawai keluar dari kantornya atau berhenti bekerja dan menghabiskan waktu menjadi relawan di masyarakat,” sebut sumber di Bloomberg, yang dikutip Senin (24/2/2020.
Dengan mendukung Trump, Oracle tentunya bakal mendapat beberapa keuntungan. Misalnya dalam kasus gugatan hak cipta melawan Google, pemerintahan Trump sudah terindikasi mendukung posisi Oracle.