
Posisi buang air besar alias BAB dipengaruhi oleh jenis toilet yang digunakan. Di Indonesia, toilet yang digunakan umumnya adalah toilet jongkok dan toilet duduk. Pada awalnya, toilet yang kita gunakan ialah toilet jongkok, namun seiring masuknya pengaruh budaya Barat, toilet duduk mulai banyak digunakan, terutama di gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan. Namun, tahukah Anda bahwa toilet duduk disebut sebagai penyebab sejumlah masalah kesehatan seperti wasir, sembelit, IBD (penyakit radang usus), usus buntu, dan bahkan serangan jantung? Untuk mengetahui lebih lanjut, mari kita lihat penjelasannya berikut ini.
Seiring berlangsungnya globalisasi, toilet jongkok dikonversi menjadi toilet duduk. Ini adalah suatu perkembangan yang buruk bagi masyarakat. Jonathan Isbit menyatakan bahwa pada faktanya, terdapat beberapa masalah kesehatan yang berpotensi berasal dari posisi BAB duduk, seperti:
Bukti menunjukkan bahwa masalah usus dan panggul berkaitan dengan posisi BAB yang tidak tepat. Posisi BAB jongkok merupakan posisi terbaik karena Anda dapat mendorong pengosongan usus seluruhnya. Seperti yang dapat Anda lihat pada gambar, posisi BAB jongkok sebenarnya dapat meluruskan dan melemaskan rektum Anda.
Menurut Isbit:
“Untuk keamanan, alam telah sengaja menciptakan hambatan untuk proses BAB yang hanya bisa dihilangkan dengan berjongkok. Pada posisi lain, usus gagal dalam mengontrol buang air. Inilah sebabnya mengapa posisi duduk dapat menghalangi dukungan usus dari bagian paha dan menyebabkan rektum tersedak oleh otot puborectalis. Hambatan ini membuat pengosongan kotoran menjadi sulit dan tidak sempurna, sama seperti mengendarai mobil tanpa melepaskan rem tangan.
Pengosongan tidak sempurna kronis yang dikombinasikan dengan ekstraksi konstan air menyebabkan limbah mengikuti dinding usus besar. Hal itu menyebabkan lorong pembuangan menjadi menyempit dan sel-sel mulai mati. Kontak dengan racun yang terlalu lama akan dapat memicu mutasi ganas.”
Pada artikelnya, Isbit menjelaskan ada 7 keunggulan posisi BAB jongkok, yaitu:
Kesimpulannya, toilet duduk yang membuat individu melakukan posisi BAB duduk, telah menyebabkan sejumlah besar penderitaan yang tidak perlu. Manfaat ilmiah dari berjongkok di atas seharusnya menjadi pelajaran untuk kita kembali ke posisi BAB yang lebih alami. Namun, jika Anda telah menggunakan toilet duduk seumur hidup Anda dan belum pernah melakukan posisi jongkok sejak kecil, maka mungkin butuh waktu untuk membiasakan diri menggunakan toilet jongkok.
BACA JUGA:
The post Buang Air Besar Jongkok atau Duduk, Lebih Sehat Mana? appeared first on Hello Sehat.