
-
Pertemuan Rusia dan Arab Saudi di laga pembuka Piala Dunia 2018 malam ini, Kamis (14/6), rupanya juga dimanfaatkan petinggi kedua negara untuk membicarakan kesepakatan penambahan produksi minyak sekitar satu juta barel per hari.
Penambahan produksi minyak itu nantinya akan dilakukan oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) bila para negara anggota menyetujui rencana tersebut. Arab Saudi dan Rusia tergabung dalam OPEC+.
Dikutip dari Reuters, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman dikabarkan akan bertemu usai kedua negara bertanding untuk membahas kesepakatan tersebut.
"Keduanya akan membahas perjanjian produksi minyak global, tetapi tidak berencana untuk membahas jalan keluar dari kesepakatan itu," tulis Reuters atas informasi dari juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.
Lihat juga:Babak Pertama: Rusia Unggul 2-0 Atas Arab Saudi |
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa dunia berpotensi mengalami kesenjangan pasokan minyak pada 2019 bila OPEC tidak menaikkan jumlah pasokan demi menutup kebutuhan minyak global.
Sementara, hingga akhir babak pertama laga pembuka Piala Dunia 2018, Rusia berhasil mengungguli Arab Saudi dengan skor 2-0. Gol pertama Rusia dicetak oleh Yuri Gazinskiy. Lalu, gol kedua disumbang oleh Cheryshev.