icon-category Technology

Bukan Blokir Internet, ini Hal yang Bikin Rudiantara Senang Selama 5 Tahun Menjabat

  • 11 Oct 2019 WIB
Bagikan :

Uzone.id - Dengar Menkominfo, rasanya yang langsung muncul di kepala adalah blokir-blokir internet. Well, ternyata hal ini bukan yang bikin beliau senang juga, sih...

Menjelang akhir masa jabatan, Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Rudiantara mengaku senang bekerja untuk startup di Indonesia, meski agendanya semakin menumpuk.

“Makin mendekati akhir periode jabatan menteri, justru makin menumpuk agenda itu,” ujarnya dalam acara peresmian kerja sama Halodoc dan BPJS Kesehatan untuk mengembangkan layanan kesehatan digital di Jakarta, Kamis (10/10).

Rudiantara mengatakan bahwa ia malah pontang-panting, sementara yang lain lebih santai. Tapi, hal itu gak jadi masalah buat Rudiantara, karena ia senang bekerja untuk anak-anak muda dan startup.

Baca juga: Gaes, Ini Lho Tips Bikin Vlog yang Unik dan Beda

“Tapi enggak apa-apa, senang kerja untuk anak-anak muda, senang kerja untuk startup, senang kerja untuk perubahan di Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rudiantara juga mengingatkan kembali bahwa Indonesia sudah memiliki lima startup yang menyandang status unicorn.

Unicorn kita sudah lima, kan? Sudah tahu, kan? Sudah pada nulis, kan? Dari lima itu, satu decacorn, bonus,” ujarnya sambil tersenyum.

Baca juga: Ponsel Berlensa Canggih 'Bunuh' Kamera DSLR Gak, sih?

Ya, kita semua tahu bahwa startup decacorn yang dimaksud Rudiantara adalah Gojek. Mengacu pada laporan CBInsights terbaru, Gojek mempunyai valuasi US$10 miliar atau sudah berstatus decacorn.

Rudiantara juga berharap ada satu lagi startup unicorn di akhir 2019. “Dan saya berharap satu lagi ada akhir tahun, saya gak tahu lah, akhir tahun pokoknya, saya sih berharap akhir tahun ada, karena sudah pendanaannya di round yang atas,” ujar Rudiantara.

Baru-baru ini, Lembaga riset CB Insights memang menyebut PT Visionet Internasional (OVO) resmi mendapat gelar startup unicorn, alias perusahaan rintisan dengan nilai perusahaan tembus US$1 miliar atau Rp 14,1 miliar.

Baca juga: Pendiri Android Pamer Ponsel Misterius, kok Mirip Remote TV?

Terlepas dari itu, Rudiantara juga ingin startup di bidang kesehatan juga bisa menyandang status unicorn, sehingga startup unicorn di Indonesia bertambah banyak.

“Mudah-mudahan dari health tech juga ada, saya gak tahu kapan. Unicorn bertambah banyak di Indonesia,” ungkapnya.

 

Cek informasi menarik lainnya di Google News

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini