BYD Shark Coba Diretas Tanpa Kata Sandi dan Bisa Kontrol Mobil
Pakar siber Dan Hreszczuk meretas BYD Shark karena kurangnya kata sandi, memungkinkan kendali fungsi mobil dan perekaman suara, memicu kekhawatiran pengawasan.

Highlight Artikel
- Pakar keamanan siber, Dan Hreszczuk, berhasil meretas BYD Shark, mengungkap kerentanan serius.
- Sistem BYD Shark tidak memiliki kata sandi, memungkinkan peretas mengakses berbagai fungsi digital mobil.
- Peretas dapat mengendalikan pintu, musik, wiper, lampu, hingga merekam suara, namun fungsi vital seperti rem tetap aman.
- Insiden ini menyoroti risiko pengawasan kendaraan listrik modern, memicu kekhawatiran dan larangan oleh beberapa negara.
Uzone.id - Meretas mobil modern seperti di film-film kini seperti menjadi kenyataan. Karena baru-baru ini, ada percobaan buat meretas BYD Shark dengan keberhasilan yang tidak disangka-sangka.
Mobil modern khususnya bertenaga listrik dan hibrida semakin banyak dikendalikan oleh perangkat lunak, terdengar canggih karena produsen bisa melakukan pembaruan secara cepat.Tapi dibalik itu, ada fakta mengerikan yang belum pernah terjadi sebelumnya, yakni mengontrol kendaraan dari jauh, seperti di film-film layar lebar.
Dikutip dari ABC, Dan Hreszczuk selaku pakar keamanan siber yang berspesialisasi dalam bidang otomotif mencoba untuk meretas ke dalam sebuah mobil BYD Shark.
BYD dipilih karena merupakan produsen mobil listrik asal China yang paling terkemuka, bukan cuma di negara tersebut atau di Asia saja, tetapi juga secara global.
Hasilnya, Hreszczuk yang juga salah satu pendiri Fortify Labs di Canberra terkejut dengan kurangnya keamanan siber pada BYD Shark.
"Akses yang kami manfaatkan bahkan tidak memiliki kata sandi. Agak menakutkan betapa rentannya BYD Shark terhadap peretas," kata Hreszczuk.
Tanpa adanya kata sandi untuk masuk ke sistem BYD Shark, membuat Hreszczuk dapat mengakses arteri digital mobil tersebut. Kemudian dirinya menguraikan program perangkat lunak yang mengontrol berbagai fungsi di dalam mobil.
Laporan ABC menyebutkan, hanya membutuhkan waktu dua minggu, maka peretas bisa mengendalikan beberapa hal dari BYD Shark.
Dari kejauhan, Hreszczuk bisa melakukan penguncian pintu saat pengemudi masih di dalam, memutar musik dengan keras, dan menampilkan gambar di layar infotainment BYD Shark.
Bahkan peretas bisa mengaktifkan wiper dengan kecepatan maksimal, menyemprot kaca depan dengan air, dan menghidupkan serta mematikan lampu dari jauh saat BYD Shark dikemudikan.
Laporan juga menyebutkan kalau peretas bisa merekam suara yang berlangsung di dalam mobil BYD Shark, sehingga beberapa informasi penting milik pengguna bisa bocor ke orang berbahaya.
Beruntungnya, peretas tidak bisa mengakses fungsi yang lebih penting seperti rem dan kamera, karena sistemnya punya proteksi yang lebih baik.
Meskipun sabotase merupakan salah satu kekhawatiran, tapi yang paling sering disebutkan adalah pengawasan karena banyaknya kamera dan mikrofon yang terpasang pada kendaraan listrik.
Tahun lalu, militer Inggris melarang kendaraan listrik buatan China, bahkan yang dibuat dengan komponen China, untuk parkir dalam radius 3 kilometer dari beberapa lokasi paling sensitif mereka.
China sendiri sebelumnya telah melarang kendaraan listrik asing dari lokasi militer dan wilayah politik, karena menyadari potensi pengawasan yang dimilikinya.
FAQ Artikel
Siapa yang berhasil meretas mobil BYD Shark?
Pakar keamanan siber, Dan Hreszczuk, salah satu pendiri Fortify Labs di Canberra, berhasil meretas BYD Shark.
Mengapa BYD Shark mudah diretas?
Sistem BYD Shark tidak memiliki kata sandi untuk akses, yang memungkinkan peretas mudah masuk ke arteri digital mobil.
Fungsi apa saja yang bisa dikendalikan peretas dari BYD Shark?
Peretas bisa mengunci pintu, memutar musik keras, menampilkan gambar di layar infotainment, mengaktifkan wiper, menyemprot kaca depan, menghidupkan dan mematikan lampu dari jauh, serta merekam suara di dalam mobil.
Apa fungsi penting mobil yang tidak bisa diakses peretas?
Peretas tidak bisa mengakses fungsi vital seperti rem dan kamera karena sistemnya memiliki proteksi yang lebih baik.
Mengapa isu keamanan siber pada mobil listrik seperti BYD Shark menjadi perhatian serius?
Selain potensi sabotase, kekhawatiran utama adalah pengawasan karena banyaknya kamera dan mikrofon pada kendaraan listrik, yang telah menyebabkan negara seperti Inggris dan China memberlakukan larangan terkait lokasi sensitif.
Brian Priambudi
Jurnalis

