
BIGO LIVE memperkenalkan tim pemantau untuk mengawasi video yang tengah disiarkan langsung oleh penggunanya. Tim ini diperkenalkan BIGO kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia saat berkunjung ke kantor perwakilan BIGO LIVE. Kunjungan dilakukan ke kantor perwakilan BIGO LIVE pada 18 Agustus lalu.
Dalam siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, BIGO LIVE menyebutkan bahwa pengawasan dilakukan dengan dua cara. Dengan bantuan teknologi dan dengan pemantauan manual oleh manusia dengan menempatkan tim khusus.
"Kami mengumpulkan tim pemantau profesional sejak kami meluncurkan BIGO LIVE di Indonesia tahun lalu. Hal ini dilakukan baik melalui pemantauan otomatis maupun manual secara non-stop," tambah Jianqiang Hu, Co-Founder BIGO LIVE, Rabu (6/9).
Pemantauan otomatis dilakukan dengan mengadopsi teknologi pemantauan terdepan lewat 'Image Recognition System'. Teknologi ini digunakan untuk melaporkan siaran, memberikan peringatan dini, juga mengidentifikasi telah terjadi pelanggaran berat.
Lihat juga:Pro dan Kontra Aplikasi Live Streaming Bigo Live |
Lihat juga:Bigo Live Perkenalkan Fitur Short Video |
"Kami telah melihat upaya luar biasa dari BIGO LIVE dan ini merupakan contoh bagus untuk perbaikan industri live-broadcasting," terang Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.
BIGO juga mengeluhkan banyaknya konten-konten tidak pantas yang mengaitkan nama brand-nya di platform media sosial lainnya. Berdasarkan analisis BIGO LIVE terhadap 100 video yang paling banyak dilihat yang mengaitkan namanya sebagai kata kunci, hanya 6% di antaranya berasal dari BIGO LIVE.
"Sejak Juli 2016, secara total kami telah melaporkan 2.057 konten tidak pantas kepada platform media sosial lainnya dan sampai saat ini 83% di antaranya telah berhasil dihapuskan," tambah Hu.
aplikasi siaran video dengan lebih dari 150 juta pengguna terdaftar secara global, merupakan salah satu jaringan live video streaming terkemuka di Indonesia, yang memiliki sekitar 10 juta pengguna lokal yang terdaftar.