
Saya memang mempunyai “bakat” gemuk. Sejak kecil sampai lulus SMA, tubuh saya sulit kurus. Selain jadi bahan ejekan, tubuh yang gemuk membuat daya tahan tubuh saya menurun, terlebih karena gaya hidup pasif – tidak banyak bergerak – yang saya jalani. Efeknya, hampir setiap hari saya terkena flu. Kualitas hidup saya pun makin menurun. Kondisi itulah yang membuat saya akhirnya memutuskan untuk berolahraga secara teratur dan mengubah pola makan saya. Saya selalu tertarik dengan jargon: “Healthy inside, fresh outside”.
Pencapaian Richard
Dua bulan saya jalani program latihan tersebut, hasilnya sudah terlihat. Berat badan saya mulai turun. Saya imbangi dengan diet makan sehat. Puji Tuhan, saya akhirnya mencapai berat badan ideal saya, bahkan guratan six-pack sudah muncul. Usaha saya akhirnya tidak sia-sia!
Tak berhenti setelah mendapatkan berat badan ideal, saya justru semakin bersemangat untuk memahat otot tubuh. Salah satu motivasinya adalah untuk menunjukkan bahwa saya bisa memeroleh tubuh berotot pada semua orang yang telah mengejek saya ketika gemuk. Atas pencapaian ini, saya menyadari satu satu hal: jangan pernah merasa terlambat untuk memulai hidup sehat. Toh, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, bukan?
|
Pola Latihan Senin: Otot dada dan perut bawah. Selasa: Bisep, perut atas, dan perut samping. Rabu: Otot punggung dan kardio. Kamis: Trisep dan perut bawah. Jumat: Otot bahu, bisep, dan perut atas. Sabtu: Otot paha, betis, trisep, dan kardio. Minggu: Istirahat |
|
Pola diet Sarapan pagi: Dua iris roti tawar gandum dengan selai kacang, kopi. Makan siang: Beras merah, dada ayam (kukus atau panggang), sayuran dan buah-buahan (jeruk, pepaya dan semangka). Camilan Sore (sebelum gym): Protein bar dan whey protein. Malam: Oatmeal, pisang, apel dan protein bar. |
Nama: Richard Anderson Umur: 25 tahun. Berat dulu: 86 kilogram (Juni 2016) Berat sekarang : 75 kilogram (Desember 2016) |