
Uzone.id - Hujan yang melanda beberapa wilayah di Indonesia beberapa hari ini membuat sejumlah wilayah terendam banjir. Tentu ini mengkhawatirkan bagi pemilik motor karena bisa berdampak pada kerusakan mesin.
Jika tidak ditangani secara tepat, motor yang terendam banjir berpotensi mengalami kerusakan terutama di bagian mesin. Komponen yang satu ini rawan terjadi jebol yang membuat pemiliknya harus turun mesin.Biaya turun mesin pun cukup tinggi yang selalu dihindari pemilik motor, lantas bagaimana cara yang tepat untuk menghindari terjadinya hal tersebut?
Berdasarkan informasi yang dirilis oleh Astra Otoshop, terdapat 5 langkah penting untuk menyelamatkan motor dari imbas terendam banjir.
1. Jangan nyalakan mesin
Langkah pertama adalah jangan mencoba menyalakan mesin motor yang terendam banjir. Ini adalah kesalahan terbesar yang dilakukan pemilik motor, berharap mesin menyala tanpa mengeluarkan biaya, tapi malah bikin dompet babak belur.
Saat motor mati karena terendam banjir, jangan dihidupkan agar mencegah air yang masuk ke knalpot atau filter udara malah masuk ke ruang bakar.
Jika hal ini terjadi, maka dapat memicu kondisi yang disebut sebagai water hammer di mana piston bisa rusak dan setang piston bengkok karena air yang tidak bisa dikompres seperti udara dan bensin.
Jika air sudah masuk ke ruang bakar, perlu dikeluarkan terlebih dahulu agar tidak merusak komponen mesin.
2. Kuras dan ganti oli mesin
Nah air bukan hanya bisa masuk ke ruang pembakaran, tetapi juga bisa masuk ke bagian dalam mesin dan bercampur dengan oli. Jika air bercampur dengan oli akan membuat warnanya menjadi putih seperti susu dan membuat pelumasan yang melindungi mesin akan berkurang.
Cara menangani ini adalah dengan membuang oli yang sudah tercampur air. Pastikan tidak ada air yang tersisa dengan menggantinya dengan oli beru hingga dua sampai tiga kali.
3. Cek sistem kelistrikan
Air adalah konduktor listrik yang baik, sehingga jika ada kabel atau komponen kelistrikan yang terendam, risiko korsleting sangat tinggi.
Sebelum motor dikendarai lagi, periksa semua kabel, soket, dan komponen kelistrikan seperti ECU dan aki.
Pastikan semuanya kering, jika ada bagian yang basah bisa dikeringkan dengan hati-hati. Jika Anda melihat ada tanda-tanda karat atau kabel yang terkelupas, segera ganti atau perbaiki.
4. Kuras oli gardan
Bagi pengguna motor matic, ada satu langkah tambahan yang tak kalah penting, yaitu menguras oli gardan. Sama seperti oli mesin, oli gardan juga bisa terkontaminasi air.
Jika oli gardan bercampur dengan air, kinerja transmisi akan terganggu dan bisa merusak gear ratio yang ada di dalam gardan. Kuras oli gardan segera dan ganti dengan yang baru untuk menjaga performa transmisi otomatis motor Anda.
5. Bersihkan bodi motor
Setelah semua langkah teknis di atas selesai, jangan lupakan bagian eksteriornya. Air banjir sering kali mengandung lumpur, kotoran, dan bahkan sisa-sisa limbah yang bisa menempel di bodi motor.
Jika dibiarkan, kotoran ini bisa menyebabkan karat pada bagian bodi, sasis, dan bahkan komponen lainnya. Cuci bersih motor Anda dengan air dan sabun, lalu keringkan secara menyeluruh.