
Jika Anda bekerja atau jika produksi ASI Anda sangat banyak, metode memompa ASI dan menyimpannya dalam pendingin mungkin sangat berguna bagi Anda. ASI dipompa dengan alat khusus, ditempatkan dalam botol, diberi tanggal, kemudian disimpan dalam freezer atau pendingin. Anda bisa menggunakan ASI yang telah disimpan tersebut di kemudian hari.
Jika Anda sudah banyak menyimpan ASI dalam pendingin, sebaiknya pilih ASI yang sudah lama berada di dalam pendingin untuk dipakai terlebih dahulu. Hal ini sesuai dengan prinsip FIFO (first in first out), di mana Anda harus mengeluarkan atau memakai ASI yang dimasukkan lebih dulu.
BACA JUGA: 5 Cara Tetap Memberikan ASI Eksklusif Meski Ibu Bekerja
Untuk itu, sebaiknya sebelum menyimpan ASI, Anda harus memberi tanggal pembuatannya terlebih dahulu. Tulis tanggal saat ASI disimpan dengan spidol yang tidak mudah hilang. Dengan memberi tanggal pada ASI, Anda tahu sudah berapa lama ASI disimpan dan yang mana yang harus Anda pakai terlebih dahulu. ASI yang disimpan dalam freezer dengan suhu -15°C dapat bertahan sampai dengan 2 minggu.
Mencairkan ASI beku ada caranya tersendiri. Hal ini diterapkan guna mempertahankan nutrisi dan antibodi yang terkandung dalam ASI beku. Cara yang benar dalam mencairkan ASI beku, yaitu:
BACA JUGA: Panduan Menyimpan ASI Agar Tetap Awet
Setelah ASI cair, mungkin Anda akan melihat dua lapisan susu, yaitu lapisan lemak yang ada di atas dan lapisan cairan yang ada di bawahnya. Ini adalah hal yang normal terjadi. Untuk menggabungkan kedua lapisan tersebut, Anda perlu mengaduk susu atau mengocok botol susu bayi sebelum memberikannya pada bayi Anda. Kocok dengan lembut, jangan mengocoknya terlalu kuat.
ASI beku yang sudah dicairkan dapat bertahan sampai 24 jam di dalam kulkas dan hanya bertahan sampai 4 jam dalam suhu ruang. Jika ASI beku sudah cair tapi tidak jadi terpakai, sebaiknya jangan membekukan ASI kembali. ASI beku yang sudah cair dan lebih dari 24 jam tidak terpakai, sebaiknya segera dibuang.
ASI yang sudah diberikan pada bayi dan tidak habis hanya dapat bertahan sampai 1-2 jam. Jika bayi tidak segera menghabiskannya, maka sebaiknya ASI juga dibuang (jangan dibekukan lagi).
Banyak teori yang telah mengatakan bahwa jangan menghangatkan ASI beku dalam microwave, dipanaskan dengan kompor atau direbus, atau dicelupkan dalam air panas. ASI beku yang dihangatkan terlalu panas dapat menyebabkan ASI rusak, nutrisi dan antibodi yang terkandung dalam ASI bisa hilang.
Bahkan, suhu maksimal untuk memanaskan ASI adalah hanya sebesar 40°C, yang bagi kita tidak terlalu hangat. Jika ASI dipanaskan dengan suhu di atas 40°C, maka nutrisi dan antibodi yang ada di dalamnya bisa mulai menurun.
BACA JUGA: Ternyata, Bayi yang Baru Lahir Belum Punya Sistem Imun Sendiri
The post Cara yang Benar untuk Mencairkan ASI Beku appeared first on Hello Sehat.