
Uzone.id - Dari sekian banyak jenis dan teknologi mobil-mobil kekinian, kami memilih Toyota Corolla Cross HEV untuk menemani mudik lebaran kali ini. Sejumlah keunggulan yang kami temukan pada mobil ini menjadi catatan tersendiri selama kami gunakan.
Toyota Corolla Cross HEV yang kami gunakan adalah versi facelift. Paling kentara terlihat dari desain wajahnya yang kini sudah semakin futuristis dan menjurus ke nuansa elektrifikasi, dengan minim aliran udara.Berbeda dengan saudaranya yang sudah diembeli GR Sport, dengan tampilan yang gahar dan sporty, Corolla Cross HEV tampil lebih kalem dan sesuai tampangnya, menawarkan kenyamanan yang jauh lebih baik dari versi GR Sport.
Tak perlu berlama lagi, berikut kami suguhkan sejumlah catatan selama kami menggunakan Toyota Corolla Cross HEV untuk mudik lebaran:
Spesifikasi Mesin
Toyota Corolla Cross HEV (Hybrid Electric Vehicle) menggunakan mesin bensin 1.8L 2ZR-FXE 4-silinder 16-katup DOHC berteknologi Dual VVT-i berkapasitas 1.798 cc.
Dikombinasikan dengan motor listrik dan baterai Lithium-ion, mesin ini menghasilkan tenaga sistem gabungan hingga 140 PS, torsi puncak 171 Nm, disalurkan melalui transmisi CVT.
Di atas kertas, perfroma tersebut cukup lumayan untuk sebuah mid-SUV. Kami pun merasakan akselarasi tetap responsif dan berisi--meski tanpa embel-embel GR Sport.
Kombinasi mesin bensin dan motor listriknya saat bekerja juga tidak terlalu terasa perpindahannya. Paling, hanya ada sedikit raung mesin dan getaran ketika mesin bensin aktif. Tapi urusan tenaga dan akselarasi--keduanya mirip.
Bahkan, kami seringnya mengandalkan Mode ECO dan jarang sekali menggunakan mode Normal. Paling, kalau butuh sedikit akselarasi, barulah kami pindahkan ke mode Power.
Dengan mode ECO lebih dominan, efisiensi BBM dari mobil ini jadi fantastis namun tanpa mengorbankan performa. Catatan kami, perjalanan yang didominasi kemacetan konsumsi BBM rata-rata dari Corolla Cross HEV ini tembus di kisaran 17 sampai di atas 20 km per liter.
Sengaja kami memilih mobil hybrid pada mudik kali ini, karena berdasarkan pengalaman sebelumnya, pada kondisi momen mudik, SPKLU pastinya penuh dan antre, meskipun jelas listrik jauh lebih efisien ketimbang bensin.
Tapi dengan mobil hybrid, sulitnya mengisi listrik di SPKLU jadi bukan lagi hal yang harus kami khawatirkan. Juga karena efisiensinya, jadi gak perlu sering-sering ke SPBU.
Akomodasi dan Fitur
Pertimbangan kedua adalah seberapa bagus akomodasi dari mobil ini untuk diajak mudik. Toyota Corolla Cross memiliki dimensi kompak, tidak kecil juga tidak besar.
Dengan panjang 4.460 mm, lebar 1.825 mm, dan tinggi 1.620 mm. Mobil ini punya wheelbase (jarak sumbu roda) 2.640 mm dan ground clearance sekitar 161-165 mm.
Fleksibilitas ini lah yang kami cari. Sebuah mobil yang tidak hanya nyaman di perkotaan tapi tangguh dan fleksibel ke berbagai medan berkat struktur dan dimensinya.
Dengan bodi yang gak bisa dibilang kecil, daya tampung penumpangnya untuk lima orang, sehingga menyisakan ruang bagasi yang sangat lega, ditambah kepraktisan dengan Power Tail Gate.
Penumpang dari baris pertama sampai belakang pun tetap nyaman dengan space yang ditawarkan kabinnya. Tempat penyimpanan pun beragam. Kalaupun ada yang kurang, soket pengecasan yang sebaiknya masih harus ditambah dan diupdate jenisnya (soket Type A dan Type C).
Konektifitas di layar juga tanpa masalah. Android Auto maupun Apple CarPlay dengan mudah tersambung dan asiknya, juga disodorkan tatanan sistem audio yang tidak seadanya, alias lumayan bagus untuk menemani dan menghibur selama perjalanan.
Bahkan, kendala kehabisan saldo e-Tol pun bisa diminimalisir, karena melalui head unitnya, kita juga bisa mengecek sisa saldo e-Tol yang ada. Jadi gak kehabisan ketika di gerbang tol, yang akhirnya nyusahin banyak orang karena macet.
Impresi berkendara
Memang ini sebuah SUV, tapi ini juga Corolla--setidaknya dari namanya. Corolla mana yang tidak asik dikemudikan? Bahkan, termasuk Corolla Cross sekalipun, punya handling dan karakter berkendara yang fun to drive.
Visibilitas bagus, pergerakan mobil yang terprediksi dan manut menuruti kemauan pengemudi, putar balik dengan radius putar tajam, dan masih banyak lagi faktor yang membuat Corolla Cross tetap enak dikemudikan meskipun berjenis SUV.
Bantingan suspensinya juga terasa mahal dan tidak sekedar empuk. Berbeda dari versi GR Sport yang lebih kaku, Corolla Cross HEV punya bantingan suspensi yang empuk, tapi tetap stabil. Ini jadi salah satu poin utama yang kami rasakan sepanjang perjalanan.
Respon setir cukup baik, begitu juga rem--meski sedikit sensitif. Serta yang tak kalah menarik, sistem ADAS-nya sudah matang. Artinya, pergerakan mobil yang dikontrol sensor dan radar tersebut lebih manusiawi dan mirip dengan cara berkendara manusia--kasarnya, gak bikin kaget lah!
Jadi secara kesimpulan, Toyota Corolla Cross adalah sebuah mobil yang fun dikemudikan dan nyaman untuk penumpang. Tenaganya juga melimpah dan konsumsi BBM yang irit.