Home
/
Automotive

CATL Siapkan Waralaba Layanan Service Baterai EV

CATL tidak hanya jualan baterai, raksasa baterai asal China ini juga mulai membuka layanan waralaba service baterai EV sebagai solusi yang lebih murah.

CATL Siapkan Waralaba Layanan Service Baterai EV

Bagikan :

Uzone.id - Salah satu masalah yang bikin orang malas beli mobil listrik adalah baterainya yang tidak bisa diperbaiki saat terjadi masalah, sehingga harus mengganti dengan yang baru yang harganya mahal.

Namun, produsen baterai raksasa asal China, CATL, mulai mengambil manuver agresif dalam peta persaingan kendaraan listrik global dengan memperluas jaringan purnajual mereka secara masif. 



Hingga akhir tahun 2026, mereka menargetkan pembentukan pusat layanan baterai di 100 kota di seluruh dunia melalui program yang mereka beri label Ning Service. 

Langkah ini bukan sekadar ekspansi fisik, melainkan upaya radikal untuk merombak paradigma perbaikan baterai yang selama ini dianggap sangat membebani konsumen.

Selama ini, pemilik mobil listrik sering kali harus menelan pil pahit ketika baterainya mengalami kendala. 

Sedikit kerusakan pada komponen kecil sering kali memaksa seluruh paket baterai diganti dengan biaya yang sangat fantastis. 

CATL mencoba mematahkan logika tersebut melalui pendekatan teknologi perbaikan sel, atau yang dikenal sebagai cell-to-pack repair.

"Filosofi kami sangat sederhana, yakni melakukan isolasi pada titik kerusakan, bukan membuang keseluruhan sistem yang masih berfungsi," ujar seorang perwakilan teknis CATL dalam acara Ning Day 2026 di Haikou, dikutip dari Carnewschina.

 Pendekatan ini diklaim mampu memangkas biaya perbaikan secara drastis hingga 90 persen, di mana biaya servis yang semula bisa mencapai 100.000 yuan ditekan menjadi sekitar 10.000 yuan saja. 

Hal ini tentu menjadi angin segar bagi konsumen, karena biaya kepemilikan mobil listrik di masa depan bisa jauh lebih efisien.

Teknologi menjadi garda terdepan dalam operasional Ning Service. Mereka mengandalkan jalur perbaikan otomatis yang melibatkan peran robot untuk melakukan pekerjaan presisi tinggi.

Mulai dari proses memotong, pengecatan, hingga pengaplikasian perekat pada unit baterai. Bahkan, untuk fleksibilitas yang lebih tinggi, mereka telah meluncurkan truk perbaikan mobile yang berbasis kendaraan listrik dengan kemampuan jelajah hingga 800 kilometer. 

Truk ini sanggup mengeksekusi 30 jenis diagnosis dan 50 jenis perbaikan. Untuk kerusakan yang tidak membutuhkan pembongkaran mendalam, waktu pengerjaan bisa dipersingkat menjadi 48 jam saja, dari standar 72 jam di pusat layanan utama.

Saat ini, CATL tidak bergerak dari nol. Mereka sudah mengoperasikan 1.376 pusat layanan waralaba di 84 negara, termasuk delapan pusat layanan yang dikelola langsung di China serta dua pusat layanan internasional di Norwegia dan Istanbul. 

Ekosistem ini juga terintegrasi dengan 1.505 stasiun pertukaran baterai dalam jaringan Choco-SEB milik perusahaan. 

Fasilitas ini kini bahkan mampu menangani 76,8 persen dari total model kendaraan energi baru yang beredar di China, sebuah lonjakan signifikan dari angka sebelumnya yang hanya 47 persen.

Meskipun layanan ini merupakan produk dari CATL, mereka tidak membatasi diri hanya pada kendaraan yang menggunakan baterai buatan mereka sendiri. 

Namun, mekanisme spesifik untuk penanganan baterai dari pabrikan lain masih menjadi misteri yang belum dirinci lebih dalam. 



Setelah sebelumnya fokus pada efisiensi produksi dan kecepatan pengisian daya, kini layanan purnajual baterai dipandang sebagai senjata utama dalam merebut loyalitas pelanggan di masa depan. 

Jika target 100 kota tersebut terealisasi, CATL bukan hanya menjadi pemasok energi, melainkan fondasi utama bagi keberlangsungan ekosistem mobil listrik jangka panjang di berbagai belahan dunia.

Bagja Pratama

Jurnalis

Lihat semua artikel →
populerRelated Article