
Uzone.id - Konflik yang tak kunjung mereda di Timur Tengah, membuat beberapa negara tetangga Indonesia mulai menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Yang mengagetkan, terdapat negara tetangga kita yang menjual BBM hingga sentuh Rp54 ribu per liter.
Negara-negara di Asia Tenggara menjadi yang paling besar menerima dampak krisis BBM dengan ditutupnya Selat Hormuz oleh Iran. Tak heran beberapa tetangga kita mulai menyesuaikan harga BBM, bahkan Malaysia mulai membatasi kuota BBM subsidi.Kalau bicara rentang harga BBM di negara tetangga kita, sebenarnya mulai dari Rp8000-an per liter, sampai mencapai Rp50 ribuan per liter.
Malaysia
Negara tetangga paling dekat dengan Indonesia ini mulai menyesuaikan harga BBM non-subsidi untuk periode 26 Maret sampai 1 April 2026.
Menurut Kementerian Keuangan Malaysia, harga ditetapkan berdasarkan harga ritel mingguan produk minyak bumi menggunakan Mekanisme Penetapan Harga Otomatis (APM).
"Pemerintah akan terus memantau tren harga minyak mentah global dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk memastikan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat yang berkelanjutan," bunyi dari pernyataan tersebut.
Harga bensin RON 95 non-subsidi di Malaysia kini dijual 3,87 ringgi per liter atau setara Rp16.340. Kemudian untuk RON 97 menjadi 5,15 ringgit per liter atau setara Rp21.744 per liter.
Sementara untuk BBM jenis solar dijual 5,52 ringgi per liter atau setara Rp23.306. Sementara untuk BBM subsidi RON95 di bawah program BUDI95 tetap dipertahankan sebesar 1,99 ringgit per liter atau setara Rp8.402.
Singapura
Negara tetangga Indonesia yang satu ini menjadi yang paling mengalami dampak dari ditutupnya Selat Hormuz. Bahkan harga BBM paling mahal di Asia Tenggara terjadi di Singapura.
Dikutip dari situs resmi Caltex Singapura, harga BBM reguler 92 dijual 3,38 dolar Singapura atau setara RP44.524 per liter.
Kemudian untuk bensin RON 95 dijual 3,42 dolar Singapura atau setara Rp45.051 per liter. Bensin RON 98 menjadi yang termahal, karena hargannya mencapai 4,11 dolar Singapura tau setara Rp54.140 per liter.
Sementara untuk bahan bakar jenis Diesel juga dijual cukup tinggi yakni 3,93 dolar Singapura atau setara Rp51.769 per liter.
Thailand
Thailand juga telah melakukan penyesuaian harga BBM beberapa kali di tengah tingginya harga minyak dunia. Namun kondisinya terpantau belum semahal Singapura.
Berdasarkan situs Motorist Thailand, harga BBM di SPBU PTT jenis gasohol E85 dijual 32,79 baht atau setara Rp16.896 per liter. Gasohol E20 dijual 36.05 baht atau setara Rp18.576 per liter.
Sementara BBM yang tidak menggunakan etanol seperti Gasohol 91 dijual 40,68 baht atau setara Rp20.962 per liter dan Gasohol 95 dijual termahal 41,05 baht atau setara Rp21.152 per liter.
Sedangkan untuk bahan bakar jenis Diesel B7 dijual 38,94 baht di Thailand atau jika dikonversi menjadi 20.065 per liter.
Filipina
Filipina juga melakukan penyesuaian harga untuk BBM di negaranya. Bensin RON 91 di negara ini sekarang dijual 56,65 peso Filipina atau setara Rp15.916 per liter. Kemudian bensin RON 95 dijual 58,15 peso Filipina atau setara Rp16,337 per liter.
Paling mahal ada pada BBM RON 100 dengan harga 67,99 peso Filipina atau setara Rp19.102 per liter.
Vietnam
Negara yang satu ini justru unik, karena bukan meningkatkan harga BBM, tetapi melakukan penyesuaian dengan menurunkan harga. Penurunan harga ini bsia terjadi akibat kebijakan pemerintah Vietna dalam meringankan pajak BBM.
Berdasarkan revisi terbaru harga bensin E5 RON 92 turun sebesar VND 4.750 jadi kini dijual VND 23.320 atau setara Rp14.984 per liter.
Sementara RON 95 turun VND 5.620, menjadi VND 24.330 atau setara Rp 15.633 per liter. Harga solar juga turun VND 2.450, menjadi VND 35.440 atau setara Rp22.772 per liter.
Nah bagaimana dengan Indonesia?
Sejauh ini Indonesia masih mempertahankan harga BBM yang belum berubah sejak 1 Maret 2026. Di SPBU Pertamina, Pertalite masih dijual dengan harga Rp10 ribu per liter.
Sementara BBM non-subsidi seperti Pertamax masih dijual Rp12.300 per liter, Pertamax Turbo dibadnerol Rp13.100 per liter, Pertamax Green 95 dipatok Rp12.900 per liter.
Sementara untuk Solar, Pertamina masih menjual Dexlite seharga Rp14.200 per liter dan Pertamina Dex sebesar Rp14.500 per liter. Solar subsidi juga maish dijual dengan harga Rp6.800 per liter.