_copy_1440x810.png%3Fdownload%3Dfalse%26resolution%3DHD&w=1920&q=75)
Uzone.id - CEO merek mobil Tank dari Great Wall Motor (GWM), Chang Yao, digugat oleh BYD atas sengketa pelanggaran online. Di tengah proses hukum tersebut, Chang Yao dilaporkan menghilang dan tidak bisa dihubungi sejak Juli 2025.
Akibat keberadaannya yang tidak diketahui, Pengadilan Internet Beijing terpaksa melakukan pemanggilan publik. Menurut laporan media Red Star Capital Bureau, aktivitas terakhir Chang Yao di media sosial tercatat pada 24 Juni lalu.Belum ada publikasi resmi terkait detail gugatan yang dilayangkan BYD, termasuk kerugian yang dialami, apakah finansial atau menyangkut citra merek. Secara umum, gugatan ‘online infringement’ merujuk pada pelanggaran hukum di internet yang biasanya berkaitan dengan hak kekayaan intelektual (HKI) atau hak cipta.
Sidang jarak jauh pun dijadwalkan akan digelar pada akhir September mendatang. Pengadilan memberikan waktu 30 hari sejak pengumuman dirilis sebagai status panggilan resmi, dan pihak Chang Yao memiliki 15 hari setelahnya untuk memberikan pembelaan tertulis.
Hilangnya Chang Yao ini terjadi di tengah aksi bersih-bersih anti-korupsi yang sedang berlangsung di internal GWM Hal ini memicu berbagai spekulasi, meskipun belum jelas apakah posisinya sebagai CEO Tank masih berlaku atau tidak. Sebab, hingga kini, baik pihak BYD maupun GWM masih memilih bungkam.
Karier Chang Yao sendiri terbilang meroket. Lulusan University of York ini bergabung dengan GWM pada 2022. Ia kemudian dipromosikan menjadi Wakil Manajer Umum merek Tank pada April 2024, dan hanya sebulan kemudian, pada Mei 2025, ia langsung diangkat menjadi CEO.
Tank, yang menjadi sub-merek GWM sejak 2021, memang berfokus pada segmen mobil off-road tangguh dengan model andalan seperti Tank 300, 400, 500, dan 700.
Namun, di tengah popularitasnya, kinerja penjualan Tank justru menunjukkan tren penurunan. Dikutip dari Carnewschina, data penjualan GWM mencatat bahwa dalam delapan bulan pertama tahun 2025, penjualan Tank hanya mencapai 143.700 unit, turun 4,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.