icon-category Digilife

CEO Twitter Mau Pindah ke Afrika, Ada Apa ya?

  • 01 Dec 2019 WIB
  • Bagikan :

    (CEO Twitter Jack Dorsey. Foto: Ryan Lash / TED)

    Uzone.id -- CEO Twitter Jack Dorsey punya pengumuman yang lumayan bikin penasaran. Dorsey berencana pindah ke Afrika dalam waktu dekat. Kira-kira ada misi apa, ya?

    Dorsey mengumumkan rencana mengejutkan ini melalui akun Twitternya. Namun, dia gak benar-benar pindah secara permanen ke Afrika, melainkan hanya dalam beberapa bulan ke depan.

    Sedih harus meninggalkan benua ini, untuk sekarang. Afrika akan menentukan masa depan (khususnya soal bitcoin!). Belum jelas di mana, tapi saya akan tinggal di sini selama 3 sampai 6 bulan sampai pertengahan 2020. Bersyukur saya bisa mendapat pengalaman di bagian kecil ini,” cuit Dorsey. 

    Saat mengunggah cuitan itu, lokasi Dorsey tertera bahwa ia sedang berada di bandara Addis Ababa, Ethiopia. 

    Baca juga: Bos Twitter Dukung Instagram Hapus Likes

    Pihak Twitter pun tidak menjelaskan apa tujuan Dorsey pindah sementara ke Afrika.

    “Kami tidak memiliki informasi yang bisa dibagikan mengenai kicauan Jack [Dorsey],” balas pihak Twitter melalui sambungan email kepada The Guardian.

    Sejauh ini, Dorsey diketahui memang mulai traveling ke Afrika pada 8 November lalu dan mengunjungi beberapa negara seperti Ethiopia, Ghana, Nigeria, dan Afrika Selatan.

    Dari apa yang dilaporkan CNN, Dorsey bertemu dan mendengarkan pitching dari beberapa startup di Ethiopia. Sementara di Nigeria, Dorsey mengadakan pertemuan dengan para pelaku usaha dan Ngozi Okonjo-Iweala, seorang anggota dewan Twitter yang dulunya bekerja sebagai managing director di Bank Dunia.

    Baca juga: Twitter Bikin Fitur yang Bisa Jadwalin Cuitan Netizen

    Lebih lanjut, Dorsey juga telah bertemu dengan pemilik bisnis mata uang bitcoin di Ghana. Dari laporan yang beredar, Dorsey dipercaya memiliki rencana untuk mengintegrasikan penggunaan bitcoin pada Twitter dan aplikasi pembayaran yang dia dirikan, Square.

    Keputusan Dorsey ini kemudian dianggap masuk akal, mengingat industri teknologi Afrika saat ini tengah mengalami pertumbuhan pesat. Kelompok industri layanan mobile setempat, GSMA, mengatakan bahwa di Afrika ada 618 hub teknologi yang aktif per 2019.

    Mereka mengklaim, Nigeria dan Afrika Selatan adalah negara yang memiliki hub teknologi terbanyak, yakni 85 dan 80 hub secara berurutan.

    Tak lupa ada pula entrepreneur teknologi asal Kenya, John Karanja yang telah meluncurkan BitHub, sebuah inkubator untuk mata uang cryptocurrency pada 2015. Pemerintah Ethiopia sendiri diketahui memiliki harapan bahwa ekonomi negaranya dapat lebih teknologi-sentris dan membuka sekitar 3 juta lapangan pekerjaan.

    Cek berita dan artikel yang lain di Google News

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini