
Di era serba digital ini ternyata masih ada saja orang yang setia mendengarkan lagu dari kaset berpita.
Inal, pemilik Racun Record Store, terlihat menggelar ratusan kaset pita dari era 1995 di sebuah gerai festival nostalgia bertajuk '90's Festival', JIEXPO, Kemayoran, Sabtu (11/11).
|
Jejeran kaset koleksi dagangan Racun Record Store. (CNN Indonesia/Natasya Delasari)
|
Inal tak begitu tertarik berpaling hati ke layanan musik digital untuk mengakses lagu, karena ia teguh berpendirian kalau kaset justru yang membuat para penyanyi makmur.
"Kaset itu banyak manfaatnya, bagus buat pendapatan band. Kaset itu menurut saya yang membuat band jadi semangat berkarya lagi dan semangat jualan (karyanya)," ungkap Inal.
Inal tentu bukan satu-satunya orang di Tanah Air yang mengumpulkan kaset tape yang dibanderol dengan harga Rp15ribu per dua buah itu.
Komunitasnya yang terdiri dari ratusan orang itu secara rutin mengadakan malam perkumpulan para pedagang kaset bernama 'Night Record Store Day' saban bulan Mei.