
-
Acara bincang-bincang Mata Najwa sempat berhenti tayang di layar kaca per 30 Agustus 2017 lalu. Kini, mengawali 2018, acara yang dipandu Najwa Shihab itu akan segera hadir di Trans7.
Najwa, yang ditemui CNNIndonesia.com pada Jumat (5/1), mengaku senang bisa kembali menghiasi layar kaca setelah banyaknya pertanyaan yang menghampiri.
"Sejak awal banyak yang menduga saya akan banting stir jadi politisi, bilang saya terjun politik. Sejak awal saya bilang, saya cinta jurnalistik, saya jadi jurnalis sudah sejak lulus kuliah. Profesi pertama saya jurnalis dan masih sangat cinta profesi ini," katanya.
Ia menambahkan, "Kami juga akan mengawal Pilkada, Pemilu. Selama ini Mata Najwa, saya juga selama menjadi wartawan berada di desk politik dan hukum melewati tiga pemilu langsung 2004, 2009, 2014, dan sekarang 2019.”
Lainnya, Najwa pun memaparkan bahwa akan tetap mengupas isu seperti suksesi kepemimpinan baik daerah maupun pusat, menelisik calon dan melihat rekam jejak calon pemimpin. Kemudian isu terkait korupsi, keberagaman toleransi, cinta Tanah Air, hingga mengajak berpikir kritis dan tidak menelan mentah-mentah informasi.
Menurutnya, Mata Najwa akan kembali tayang setiap hari Rabu pukul 20.00 WIB. Episode pertamanya sendiri akan dimulai pada Rabu (10/1) pekan depan.
Di sisi lain, Najwa, yang beberapa waktu belakangan aktif menyuguhkan konten-konten digital di saluran Youtube miliknya, mengaku akan tetap mempertahankan hal tersebut dengan bentuk yang berbeda.
Lihat juga:Anggota JKT48 Lengkapi 'Keluarga Cemara' |
"Bakal terus ada karena saya dan teman-teman membentuk narasi dan itu akan menjadi satu medium untuk menelurkan video konten-konten di digital. Jadi Mata Najwa di Trans7 itu satu karya yang akan kami lanjutkan. Di sisi lain, karya di dunia digital juga tidak akan putus," ujarnya.
Namun, Najwa menyatakan tak tutup kemungkinan bila konten di TV dengan digital miliknya dapat saling mengisi satu sama lain. Hanya saja, ia menegaskan bahwa yang disajikan di TV lebih ke dalam konsep bincang-bincang. Sementara di digital diisi dengan bentuk investigasi hingga bahasan ringan seperti ulasan film.
"Alhamdulillah saya tidak harus memilih ini dan ini. Bisa saya lakukan dua-duanya, tetap ada di TV juga mengisi digital. Saya rasa dua-duanya perlu, bahwa ya orang sangat ke digital, tapi TV masih menjadi salah satu medium pilihan untuk mendapat informasi," katanya.