home ×
Digilife

Cerita Pelanggan Shopee Berbelanja Melalui Mr Hu

25 February 2021 By
Cerita Pelanggan Shopee Berbelanja Melalui Mr Hu
Share
Share
Share
Share

Uzone.id - Fenomena Mr. Hu yang sedang ramai dibicarakan di media sosial membuat banyak pihak bertanya-tanya siapa gerangan sosok dibalik penjual asal China ini. 

Mr Hu ini dianggap sebagai ‘idola Shopee’ karena telah sering mengirim berbagai barang-barang murah dan lucu dari negara asalnya di e-commerce Shopee. Bisa dibilang, apapun tokonya, pengirimnya tetap Mr. Hu.

Baca juga: Siapa Sebenarnya Mr Hu

Kami pun penasaran, bagaimana pengalaman berbelanja di toko online luar negeri lewat Mr. Hu dibanding dengan toko online yang berbasis di Indonesia? Beberapa pengguna setia Shopee membagikan pengalamannya terkait fenomena belanja dari luar negeri lewat e-commerce Shopee.

Setelah melakukan wawancara singkat, ada beberapa alasan dan perbandingan kenapa Mr. Hu menjadi alternatif belanja di Shopee dibanding belanja di tempat-tempat lainnya. 

  1. Ongkos Kirim

Ongkos kirim yang cenderung lebih murah menjadi pilihan para pengguna toko online untuk membeli barang mereka tanpa harus mengeluarkan uang banyak untuk biaya pengiriman.

Ongkos kirim dari luar negeri ke alamat pengguna hanya dipatok dengan harga dibawah Rp 10.000 atau sekitar Rp 9000. Berbeda dengan produk lokal yang memberlakukan ongkos kirim sesuai dengan wilayah masing-masing. Semakin jauh wilayah antara pengguna dan penjual di Indonesia, semakin mahal pula ongkos kirim yang dipatok sesuai dengan ekspedisi yang dipilih.

Perbedaan ongkos kirim ini menjadi salah satu hal yang harus dibenahi karena bisa jadi mengancam perkembangan UMKM lokal di Indonesia.

Seperti yang disampaikan Fieda Naira Septiara dalam akun @nairafietiara pada salah satu postingan Instagram Uzone.id, “sebenarnya, bukan masalah Mr. Hu doang sih menurut gue, karena kenapa kita beli disana karena selain harga terjangkau, ongkirnya pun lebih murah dibanding kota sesama Indonesia. Liat aja barang-barang di Batam murah-murah tapi ongkirnya MasyaAllah. Jadi bukan sekedar seller asing membunuh UMKM tapi nominal ongkir pun membunuh UMKM.” 

  1. Produk 

Beragam bentuk produk yang menarik menjadi pilihan lain pengguna untuk membeli barang dari luar negeri. Dari barang-barang kecil seperti aksesoris anak-anak hingga kebutuhan rumah tangga pun banyak ragamnya.

Bahkan berbagai kebutuhan para pengguna bisa didapatkan dari satu toko yang sama, sehingga memudahkan calon pembelinya tanpa harus mencari di toko-toko yang berbeda. 

“Barang lebih banyak varian, terus kalau misalnya ingin barang yang agak susah dicari bisa dari satu toko gitu, kalo di toko lokal biasanya cuman ada satu barang. Kualitasnya sama sih, tapi kalo dari luar negeri bisa lebih murah.” Jelas Wulan Nurdiana, seorang pelanggan lain e-commerce Shopee, kepada Uzone.id

  1. Harga Produk

Patokan harga yang dibanderol menjadi alasan utama orang-orang membeli barang di luar negeri. Harga yang relatif lebih murah ditambah dengan ongkos kirim yang murah pula semakin meningkatkan penjualan barang-barang yang dikirim atas nama Mr. Hu tersebut.

Sebenarnya, jika calon pembeli memiliki banyak waktu luang, banyak toko-toko lokal yang bisa lebih murah dibanding toko-toko luar negeri. Tapi kembali lagi ke masalah ongkir yang menjadi kendala bagi pembeli.

  1. Waktu Pengiriman

Namun, ada satu yang menjadi kendala pembelian barang di luar negeri, khususnya China. Pembelian dari luar negeri memakan waktu sekitar lima hari hingga satu bulan lamanya, tergantung padatnya arus pengiriman. 

Toko-toko online lokal memiliki banyak pilihan ekspedisi yang bisa dipilih pengguna sesuai dengan kebutuhan mereka. Bahkan waktu pengiriman pun bisa mereka atur sesuai dengan keinginan dari pembeli. Paling lambat pembelian di toko-toko milik pengusaha lokal hanya memakan waktu satu minggu dan paling cepat bisa kurang dari 24 jam.

  1. Pelayanan Toko dan Cara Pengemasan

Cara packing dari luar negeri dan lokal tentu sangat berbeda. Tergantung dari barang yang dipesan. 

Fieda yang juga memiliki pengalaman membeli barang dari luar negeri lewat Shopee memberikan komentarnya terkait cara pengemasan dari seller luar.

“Cara packingnya dia rapi kalau yang mudah pecah, pake bubble wrap kaya gitu-gitu, ya standar lah semuanya mungkin memang sudah distandarisasi begitu buat jadi seller dari pihak Shopee-nya, tambah Fieda Naira.

Namun, meski pengemasan dari luar negeri aman dan sesuai standar, pengemasan dari toko lokal juga sama amannya dan bahkan ada yang lebih menyukai packing toko-toko dalam negeri karena dianggap lebih baik.

“Packingnya kalau dari lokal suka kreatif, ada ciri khasnya tiap toko tuh, jadi pas diterima kaya “gemes banget nih paket”, niat banget. Kalo dari luar ya gitu, kaya paket biasa lainnya. Lebih aman juga kalo lokal, suka berlapis-lapis gitu kan,” ungkap Wulan Nurdiana, salah satu pembeli lainnya.

Baca juga: Shopee Klarifikasi Usai Tagar #SellerAsingBunuhUMKM Menggema

Pelayanan berbelanja di toko lokal juga dianggap lebih responsif dan komunikatif daripada dari luar negeri.

“Biasanya kalo dari lokal, adminnya responsif dan cepat ngebales chatnya. Tapi kalo dari luar, biasanya lama balesnya," lanjut Wulan.

Meski dianggap dapat mengancam UMKM lokal, nyatanya UMKM lokal kini sudah dapat bersaing lebih ketat dan sudah lebih cerdas menarik pembelinya. Selain itu, menurut data dari pihak Shopee, diantara 4 juta penjual aktif,  98,1 persennya merupakan pengusaha UMKM dan penjual crossborder hanya 0,1 persen dari keseluruhan penjual aktif.

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini

Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id

Related Article