
Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menceritakan bagaimana detik-detik terakhir ia dan keluarga melepas kepergian sang istri, Kristiani Herrawati atau karib disapa Ani.
SBY bercerita selama empat bulan ia dan keluarganya mendampingi Ani melawan penyakitnya mengaku sang istri sebenarnya tahu bahwa perjuangannya berat. Namun, menurut SBY, Ani pasrah tetapi tak ingin menyerah.
Ia pun mengaku bersama anak-anaknya tak meninggalkan Ani dan terus mendampinginya hingga menghembuskan nafas terakhir. SBY juga sempat membisikkan doa kepada Ani sebelum ia menghembuskan nafas terakhir.
Saat itu, SBY mengaku juga menitikkan air mata di pipi Ani dan menyatu dengan air mata sang istri.
"Beberapa saat kemudian Ibu Ani dengan sangat tenang tidak ada guncangan hembuskan nafas terakhir kami dengan agama dan keyakinan masing-masing segera ucapkan asyhadu an laa Ilaha Illallah.. dan demikian juga yang beragama dan keyakinan lain," ungkap dia.
Mantan orang nomor satu di Indonesia ini juga mengaku saat berjuang melawan penyakitnya, Ani sering menitikkan air mata setiap mendengar banyak masyarakat Indonesia dari berbagai agama mendoakan kesembuhannya. Ani juga menyampaikan rasa terima kasih dan harinya bahwa banyak pihak dari berbagai agama, ras, dan etnis mendoakan kesembuhannya.