
Uzone.id - Chery baru saja meluncurkan generasi kedua dari Omoda C5 di Thailand. Mobil ini potensial juga untuk hadir di Indonesia dalam waktu dekat sebagai penerus atau versi facelift dari Chery E5.
Untuk bagian luar, perubahan yang dilakukan kali ini tampak jauh lebih signifikan. Bagi konsumen yang kurang menyukai desain gril berlubang pada model pendahulunya, tampilan baru ini mungkin akan terasa lebih menarik.Wajah depan kini menampilkan lampu utama yang lebih ramping dan sipit, sementara bagian moncongnya terlihat lebih tertutup dan memiliki garis yang lebih tajam.
Gaya desain ini dinamakan "Robo Shark," dengan sentuhan yang menyerupai bentuk kepala Hiu.
Menariknya, walaupun tampilan depan yang polos ini biasanya identik dengan versi listrik, laporan menunjukkan bahwa varian mesin bensin juga akan menggunakan desain yang hampir serupa, hanya dibedakan dengan adanya bukaan kecil berbentuk slot tipis di atas pelat nomor.
Pendekatan ini merupakan bagian dari visi baru Chery untuk menyamakan desain antara model dengan mesin pembakaran internal (ICE) dan kendaraan listrik (EV).
Sebelumnya, versi bensin memiliki gril besar dengan banyak aliran udara terbuka, sedangkan versi EV mengadopsi desain depan yang lebih tertutup.
Di bagian belakang, lampu LED kini menggunakan grafis berbentuk kilat yang terlihat lebih modern. Pintu bagasi dan bumper belakang juga didesain ulang.
Lokasi pelat nomor kini dipindahkan ke bagian bumper, diletakkan di dalam lekukan yang menyerupai bentuk huruf V.
Saat memasuki ruang kabin, perubahan yang jauh lebih komprehensif dapat ditemukan. Setir kini berbentuk oval dengan desain dua jari-jari dan mengusung dua corak warna.
Berbeda dengan facelift pertama yang masih mempertahankan tata letak interior orisinal, versi terbaru ini hadir dengan susunan dasbor baru yang terasa lebih modern dan futuristik.
Tetap tersedia layar ganda 10,25 inci telah digantikan dengan layar sentuh utama berukuran 15,6 inci, yang berpasangan dengan panel instrumen digital 8,8 inci.
Selain itu, terdapat sandaran tangan yang terintegrasi dengan corong pendingin udara sentral, serta cup holder berbentuk heksagonal. Seluruh tata letak interior didesain untuk memberikan nuansa yang lebih menyelimuti pengemudi.
Spesifikasi EV untuk Pasar Thailand
Di Thailand, model ini ditawarkan secara eksklusif sebagai kendaraan listrik (BEV) dalam satu varian saja, yaitu Max+. Ia masih ditenagai oleh motor listrik tunggal di bagian depan dengan output 211 PS dan torsi 288 Nm.
Performa akselerasinya tetap 0 hingga 100 km/jam dalam 7,2 detik, dengan kecepatan maksimal 171 km/jam.
Namun, terjadi perubahan pada kapasitas baterai yang kini menyusut menjadi 50,6 kWh, turun dari 61 kWh pada model sebelumnya.
Konsekuensinya, jarak tempuh kendaraan berdasarkan standar NEDC berkurang dari 505 km menjadi 422 km.
Mengenai pengisian daya, batas pengisian AC maksimum kini berkurang dari 9,9 kW menjadi 6,6 kW. Di sisi lain, kecepatan pengisian cepat DC justru mengalami peningkatan, dari 80 kW menjadi 110 kW.
Beberapa fitur unggulan yang ditawarkan mencakup kaca depan berlapis ganda (dual-layer) untuk memaksimalkan peredaman kabin, sistem kamera 540 derajat, fungsi pijat pada kursi pengemudi, sistem audio dari Sony dengan 8 speaker, suspensi belakang tipe multi-link, serta 19 fungsi bantuan pengemudi lanjutan (ADAS).