
Pengguna WhatsApp di Cina mengalami kesulitan untuk mengirimkan foto, videos, bahkan terkadang teks. Pemerintah Cina menerapkan sistem filter masif yang memblokir sebagian pesan di layanan tersebut.
Sistem filter ini merupakan bagian dari kebijakan "Tembok Besar Firewall" pemerintah untuk membatasi kebebasan bicara secara online.
Selanjutnya, pemerintah juga meminta tiga situs lokal untuk menghentikan layanan streaming video dan audio. Sina Weibo, iFeng, dan ACFUN diminta untuk tidak menyiarkan video dan audio yang tidak sejalan dengan aturan nasional mengenai audio visual dan mempropagandakan ujaran negatif, demikian Financial Times seperti dikutip The Verge.
Menurut Badan Administrasi Pers, Publikasi, Radio, Film, dan Televisi ketiga situs ini kekurangan lisensi untuk melakukan streaming konten. Sebelumnya, badan yang sama mendenda Tencent, pemilik WeChat. Alasannya, perusahaan ini telah melakukan siaran berita politik dan sosial tanpa izin yang tepat. Sekarang, pengguna individu harus mendaftar untuk mendapat izin melakukan streaming.
Lihat juga:China Tepis Kabar Rencana Blokir Akses VPN |
Awal bulan ini, setiaknya ada 60 akun media sosial yang ditutup karena telah menyebarkan konten vulgar dan memberi dampak negatif bagi masyarakat.
Untungkan bisnis lokal
Penyensoran penuh Whatsapp seringkali menguntungkan bisnis lokal di China. Pemblokiran Whatsapp diperkirakan akan kian mendongkrak bisnis WeChat. Saat ini WeChat memiliki 768 juta pengguna di China. Sementara Whatsapp memiliki 700 juta pengguna di seluruh dunia. Masih lebih sedikit dari pengguna WeChat.
Contoh lain adalah layanan pencarian Baidu yang berhasil mencuri tempat setelah Google hengkang dari negara tersebut. Sementara layanan media sosial Weibo, diuntungkan dengan tidak tersedianya layanan media sosial seperti Facebook dan Twitter, demikian The Verge.