
Uzone.id - Maraknya insiden pada mobil listrik, baik itu terbakar bahkan meledak, membuat pemerintah China memperketat standar keselamatan untuk mobil listrik.
Pemerintah China akan memberlakukan dua standar nasional wajib baru untuk kendaraan energi baru (NEV) efektif 1 Juli 2026.Langkah ini diambil untuk meningkatkan aspek keselamatan seiring pesatnya pertumbuhan pasar kendaraan listrik di China, yang hingga akhir 2025 telah mencapai 43,97 juta unit.
Regulasi yang diterapkan mencakup:
Inovasi dan Pengetatan Standar
Melansir Carnewschina, salah satu poin krusial dalam aturan baru ini adalah kewajiban penyematan sistem "one-touch power-off".
Produsen wajib menyediakan mekanisme fisik yang memungkinkan pengemudi atau petugas evakuasi memutus hubungan arus listrik tegangan tinggi antara baterai dan sistem kelistrikan secara instan dalam kondisi darurat.
Pemerintah China juga memperketat standar pengujian baterai dengan tiga kriteria utama:
Dampak Industri dan Harga
Penerapan standar seragam ini diprediksi akan mengubah lanskap persaingan industri. Produsen dengan teknologi keselamatan matang akan lebih diuntungkan, sementara merek yang selama ini hanya bersaing melalui harga murah akan menghadapi tekanan lebih besar.
Wu Kai, Kepala Ilmuwan CATL, menilai regulasi ini berpotensi menurunkan tingkat kebakaran spontan kendaraan listrik hingga di bawah level kendaraan bermesin pembakaran internal.
Di sisi lain, analis memperingatkan bahwa standar ketat ini berpotensi meningkatkan biaya produksi, yang mungkin berdampak pada kenaikan harga jual unit kendaraan baru pasca-Juli 2026.
Saat ini, pemain utama industri telah menyatakan kesiapannya. CATL mengklaim lini produksinya telah lolos uji standar baru sejak Mei 2025, sementara BYD menyatakan Blade Battery generasi kedua miliknya telah melampaui persyaratan tersebut.