
Ada sentuhan magis dalam vokal Chrisye, yang tidak dimiliki oleh penyanyi lain. Ia seperti diberkati untuk dapat 'memberkati' orang lain melalui lantunan lirik. 10 atau 20 tahun lagi, belum tentu akan ada Chrisye lain.
Terlahir dengan nama Christian Rahadi sebelum berganti menjadi Chrismansyah Rahadi, kiprah Chrisye sejak tahun 1970-an tak bisa dipandang sebelah mata. Kembali ke Indonesia setelah menjejakkan kaki di New York, AS, Chrisye langsung bekerja sama dengan Guruh Soekarnoputra untuk merilis Guruh Gipsy.
Sebuah album idealis, amat menarik karena Guruh terbilang sebagai seorang seniman yang selalu mengangkat kesenian Indonesia, dan album itu lahir di era proggresive rock, era luar biasa yang mencatatkan musik Indonesia pernah begitu progresif, tanpa bantuan internet maupun Google.
Namun baru setelah Lilin-lilin Kecil dirilis, Chrisye dikenal luas. Kemudian, album tema Badai Pasti Berlalu sebagai salah satu karya terindah dalam permusikan negara ini meledak, menempatkan Chrisye di level berbeda, yang rasa-rasanya sampai hari ini belum bisa diisi oleh penyanyi lain.
|
Chrisye, penyanyi yang memiliki unsur 'magis' dalam vokalnya. (dok. Damayanti Noor via MNC Pictures)
|
Kolaborasi beda generasi tersebut pun meraih sukses. Chrisye berhasil menjaring pendengar baru, yang barangkali tak tahu rekam jejaknya bersama Guruh Soekarnoputra. Satu kolaborasi menarik lainnya yang pernah dilakukan Chrisye dan pada akhirnya menjadi klasik, adalah bersama aktris Sophia Latjuba. Tidak saja Sophia Latjuba bukan seorang penyanyi profesional seperti halnya Chrisye, namun justru kolaborasi itu terjadi dua kali, lewat lagu Kangen dan Anggrek Bulan.
Dalam 25 tahun karier, Chrisye membuktikan musik bisa terdengar begitu kaya seperti yang ia tampilkan melalui kolaborasi dan album-album solonya. Suara Chrisye tidak pernah berubah, demikian juga gaya canggungnya, namun musiknya bisa menjangkau banyak telinga setelah bertahun-tahun.
Chrisye meninggal dunia pada 30 Maret 2007 di usia 57 tahun. Saat ia berpulang karena kanker paru-paru, Indonesia tak hanya kehilangan seorang penyanyi. Negara ini kehilangan sebuah aset yang barangkali, tak tergantikan. Tak perlu pula mencari pengganti Chrisye, karena segala yang telah dipersembahkannya sudah lebih dari cukup, lantunan lirik indah yang tetap bisa menyentuh rasa.
[Gambas:Video CNN]