
Gangguan pendengaran pada anak umumnya sulit untuk disadari oleh orang tua maupun orang lain yang berinteraksi dengan si bayi.
Orangtua seringnya bertanya-tanya, kok anak saya sudah mulai besar tapi belum juga lancar bicara. Dan setelah diperiksakan ke dokter, ternyata gangguan pendengaranlah yang menyebabkan anak mereka belum bisa berbicara.Lalu, bisakah kita mengetahui adanya gangguan pendengaran pada anak sejak masih bayi? Apa saja penyebab gangguan pendengaran pada anak? Apa yang harus Anda lakukan sebagai orang tua?
Penyebab gangguan pendengaran pada anak bisa bermacam-macam. Setengah dari seluruh kasus gangguan pendengaran anak disebabkan oleh kelainan genetik, di mana beberapa di antaranya memiliki riwayat gangguan pendengaran menurun di keluarga.
Selain kelainan genetik, gangguan pendengaran pada anak juga bisa disebabkan oleh:
Seperempat bayi lahir dengan gangguan pendengaran, tapi penyebabnya tidak kunjung diketahui.
Meskipun sama-sama memiliki gangguan pendengaran, ciri dan gejala yang ditampilkan bisa berbeda antara bayi dan anak-anak. Semakin lama anak Anda mengalami gangguan pendengaran, maka perkembangannya akan terganggu. Jadi, dengan mengetahui gejalanya secara dini Anda dapat mencegah komplikasi yang lebih berat.
Gejala gangguan pendengaran pada bayi antara lain adalah:
Sedangkan gejala gangguan pendengaran pada anak bisa termasuk:
Secara umum, gejala gangguan pendengaran lebih mudah untuk dideteksi pada bayi dan balita dibandingkan dengan anak-anak yang sudah lebih dewasa dan bisa berbicara dengan lancar.
Pada bayi dan balita, Anda bisa memantau anak Anda dengan menggunakan grafik perkembangan anak. Untuk anak yang sudah lebih besar, Anda harus memperhatikan petunjuk-petunjuk tertentu yang mengarah kepada gangguan pendengaran pada anak Anda. Petunjuk-petunjuk tersebut bisa kurang jelas dan perlu perhatian lebih untuk bisa mengenali gejala tersebut.
Anak dengan gangguan pendengaran yang tidak menjalankan terapi akan mengalami gangguan perkembangan bahasa dan berbicara atau pun kemampuan kognitif (berpikir, mengetahui, dan memutuskan) yang ia butuhkan untuk belajar. Anak yang mengalami gangguan pendengaran dari lahir hingga usia 2 atau 3 tahun, memiliki risiko tinggi mengalami gangguan permanen terhadap kemampuan bicara, bahasa, dan belajar.
Dengan identifikasi gangguan pendengaran pada anak sedini mungkin, terapi pun dapat dimulai sesegera mungkin sehingga gangguan perkembangan lebih lanjut pada anak dapat dicegah seminimal mungkin. Dengan alat bantu dengar, diharapkan anak dengan gangguan pendengaran dapat berkembang selayaknya anak normal lainnya.
Jika Anda menemukan ciri-ciri gangguan pendengaran pada anak Anda, jangan ragu untuk segera periksakan anak ke dokter. Semakin lama anak Anda mengalami gangguan pendengaran, maka perkembangannya dapat terganggu.
Dokter anak Anda akan menjalankan rangkaian pemeriksaan pendengaran untuk mengetahui apa spesifiknya yang menjadi gangguan pendengaran pada anak Anda. Selain itu Anda disarankan untuk melakukan pemeriksaan pendengaran bayi sejak dini, karena 80-90% dari kasus gangguan pendengaran pada bayi dapat dideteksi dengan tes pendengaran. Yang perlu diingat adalah meskipun pendengarannya sehat saat bayi, tidak menutup kemungkinan pada usia yang lebih tua gejala gangguan pendengaran baru muncul.
The post Ciri-ciri Anak Anda Mengidap Gangguan Pendengaran appeared first on Hello Sehat.