
Anda tentu pernah mendengar atau membaca tentang hormon estrogen. Estrogen adalah hormon yang penting bagi wanita. Hormon ini lebih banyak dijumpai pada wanita daripada pria. Namun, apa yang terjadi jika seorang wanita kekurangan estrogen? Apa saja tandanya, dan bagaimana cara mengatasinya?
Selain itu, walau kadar estrogen yang beredar dalam darah termasuk kecil, namun hormon ini sangat berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh Anda. Fungsi estrogen termasuk:
Anak perempuan yang belum mencapai pubertas dan wanita yang sudah mendekati masa menopause biasanya memiliki hormon estrogen yang rendah. Namun, tetap saja, wanita dari berbagai kelompok umur dapat mengalami kondisi ini. Beberapa gejala dari kadar estrogen yang rendah pada wanita adalah:
Jika dibiarkan tanpa pengobatan, maka kadar estrogen yang rendah dapat menyebabkan masalah kesuburan.
Estrogen dihasilkan di indung telur (ovarium). Oleh karena itu, semua kondisi medis yang memengaruhi ovarium dapat mengancam produksi estrogen. Wanita muda dapat mengalami kadar estrogen rendah akibat:
Pada wanita di atas usia 40 tahun, kadar estrogen yang rendah dapat menjadi tanda bahwa Anda sudah mendekati menopause. Masa transisi ini dinamakan dengan perimenopause. Selama masa ini, ovarium akan tetap memproduksi estrogen, namun dalam jumlah yang sedikit sampai akhirnya berhenti sama sekali. Saat ovarium Anda sudah benar-benar berhenti memproduksi hormon estrogen, maka saat itulah Anda dikatakan menopause.
Faktor risiko yang paling umum sebagai penyebab rendahnya kadar estrogen, antara lain:
Diagnosis dini dan penanganan yang tepat dapat mencegah banyak masalah kesehatan yang diakibatkan oleh rendahnya kadar estrogen. Jika, Anda mengalami gejala-gejala seperti yang telah dijelaskan di atas, sebaiknya Anda segera konsultasikan dengan dokter. Dokter biasanya akan menanyakan riwayat kesehatan dan riwayat keluarga Anda. Setelah melakukan pemeriksaan fisik, dokter biasanya akan meminta Anda memeriksakan darah untuk mengukur kadar estrogen dalam tubuh.
Pada beberapa kasus, dokter bisa saja mengusulkan pemeriksaan pencitraan otak seperti CT Scan atau MRI untuk mencari tahu apakah terdapat kelainan di otak yang mempengaruhi produksi hormon Anda.
Hormon estrogen buatan dosis tinggi biasanya diberikan pada wanita usia 25-50 yang memiliki kadar estrogen rendah. Obat ini dapat membantu menurunkan risiko terjadinya patah tulang, penyakit kardiovaskular, dan ketidakseimbangan hormon lainnya. Estrogen dapat diberikan melalui obat minum, melalui vagina, atau melalui suntikan.
Terapi estrogen jangka panjang biasa dianjurkan bagi para wanita yang mendekati menopause atau pada wanita yang menjalani operasi pengangkatan rahim. Di luar kasus tersebut, terapi estrogen biasanya hanya diberikan selama satu hingga dua tahun. Hal ini disebabkan karena terapi estrogen dapat meningkatkan risiko kanker.
Estrogen merupakan hormon yang penting bagi kesehatan, terutama bagi wanita. Kelainan genetik, riwayat masalah hormonal dalam keluarga, dan penyakit tertentu dapat menyebabkan kadar estrogen menjadi rendah. Kadar estrogen yang rendah ini dapat mengganggu perkembangan seksual dan fungsi seksual Anda. Selain itu, kondisi ini dapat pula meningkatkan risiko obesitas, osteoporosis, dan penyakit kardiovaskular.
Namun demikian, perkembangan pengobatan yang telah pesat membuat kondisi ini mudah ditangani. Dengan diagnosis dan penanganan yang tepat, maka hormon estrogen yang rendah dapat dengan mudah teratasi.
The post Ciri-ciri Hormon Estrogen Terlalu Rendah Pada Wanita appeared first on Hello Sehat.