
Sumber foto: The Guardian/Shutterstock
Uzone.id – Selasa malam waktu Indonesia, berbagai situs hingga aplikasi tiba-tiba mengalami gangguan dan tidak bisa diakses secara normal. Bahkan, aplikasi X (Twitter) hampir tidak bisa diakses selama beberapa jam.
Usut punya usut, kiamat internet kecil ini disebabkan oleh gangguan pada layanan Cloudflare yang digunakan oleh berbagai situs, termasuk X, ChatGPT, Snapchat, Roblox hingga layanan penitipan barang, Paxel.
Terkait gangguan ini, pihak Cloudflare pun buka suara dan menjelaskan penyebab layanan mereka lumpuh berjam-jam. Dalam keterangannya, Cloudflare menyebut kalau gangguan ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan serangan siber.
Meski pada awalnya mereka menyangka gangguan ini karena serangan siber, tapi setelah ditelusuri lebih dalam, gangguan ini disebabkan oleh masalah teknis internal.
“Hal ini dipicu karena adanya perubahan izin pada salah satu sistem basis data kami, yang menyebabkan basis data menghasilkan entri ganda ke dalam "feature file" yang digunakan oleh sistem Manajemen Bot kami,” tulis pihak Cloudflare dalam blog resminya, dikutip Rabu, (19/11).
Gara-gara entry ganda ini, file ini pun menjadi dua kali lipat ukurannya. Lalu, karena diatur secara otomatis, file-file ini membengkak itu dikirim ke semua server di jaringan Cloudflare.
Masalahnya, software yang bertugas mengarahkan lalu lintas internet di server-server itu punya batas ukuran file yang bisa dibaca. Nah, karena ukuran file baru ini lebih besar dari batas tersebut, pada akhirnya hal ini menyebabkan gangguan pada server dan merembet ke situs yang menggunakan Cloudflare.
Karena gangguan ini, Cloudflare pun menyampaikan perminta maafannya kepada semua layanan yang terdampak dan kepada para pengguna internet.
“Mengetahui bahwa ada momen di mana jaringan kami tidak dapat mengarahkan lalu lintas data tentu membuat kami menyesal. Kami menyadari bahwa kami telah mengecewakan kalian hari ini,” tulis mereka.
Setelah mengetahui sumber masalahnya, Cloudflare mengklaim lalu lintas server sebagian besar sudah berjalan normal pada dan masih terus bekerja untuk mengurangi beban yang meningkat pada berbagai bagian jaringan. Selang 3 jam setelah melakukan perbaikan, Cloudflare mengklaim semua sudah kembali berjalan normal.
Cloudflare sendiri membagikan update realtime mengenai status perbaikan dan operasional di setiap negara. Dari pantauan Uzone.id, beberapa negara sudah sepenuhnya beroperasi, namun beberapa wilayah seperti Jakarta, Kuala Lumpur dan Hong Kong masih terus mengalami perbaikan dan dalam proses partially re-routed.