
-
Conor McGregor memang sudah bukan lagi raja di UFC, tapi ia masih menjadi bahan pembicaraan utama dalam salah satu kompetisi Mixed Martial Arts (MMA). Personanya menjadi salah satu alasan, omong besarnya menjadi alasan lain, dan tingkah absurdnya memang tak pernah lepas dari lampu sorot.
Namun mulai Selasa (26/3), UFC akan kehilangan salah satu petarung terbaiknya itu: McGregor memutuskan undur diri dari MMA.
Melalui akun Twitter pribadinya, @TheNotoriousMAA, pria Irlandia itu mencuit, “Hai kawan-kawan, pengumuman singkat. Pada hari ini saya memutuskan pensiun dari olahraga yang secara formal disebut Mixed Martial Arts (MMA). Saya doakan kolega lama saya meraih sukses di kompetisi ini.”
Diwartakan Guardian, tanda-tanda bahwa McGregor akan mundur sudah terlihat beberapa jam sebelumnya. Hadir dalam acara Jimmy Fallon Show, Gregor memang mengaku bahwa ia rindu bertarung di octagon, tapi juga mulai memikirkan untuk mundur.
“Aku sudah melakukan banyak hal, aku sudah banyak bertarung. Aku tidak pernah mundur dari kontes. Aku sudah banyak mengalami cedera mengerikan, mengalami beberapa situasi eksternal gila yang kebanyakan pria akan memilih berlari ke bukit saat mengalaminya,” tutur McGregor dalam acara itu.
Entah apa dasar keputusannya, ia akhirnya memilih opsi yang kedua. Yang mengejutkan, ia ternyata bisa mengambil keputusan secepat itu. Banyak orang lantas kaget. Dana White, Presiden UFC, adalah salah satunya.
White, yang menilai bahwa keputusan McGregor mundur sangat “masuk akal”, kemudian hanya bisa mengatakan, “Ia sangat menyenangkan untuk ditonton. Dia telah mendapatkan hal-hal luar biasa dalam olahraga ini. Aku sangat gembira untuknya dan tidak sabar untuk melihatnya mendapatkan kesuksesan di luar octagon.”
Menyoal tingkah buruk McGregor, Joe Callaghan, koresponden The Times, hanya mempunyai satu kesimpulan: McGregor ahli dalam bidang pemasaran.
Menurut Callaghan, segala kontroversi yang dilakukan McGregor adalah salah satu faktor mengapa UFC laris manis di mata penggemarnya. Dalam pertandingan McGregor melawan Khabib, misalnya. Meski sebelum pertandingan McGregor bertindak rasis terhadap Khabib, para penonton tetap datang ke Las Vegas, tempat digelarnya pertandingan. Malahan, karena saking banyaknya penonton, UFC terpaksa menambah bangku penonton dengan mengurangi ruangan pers. Harga tiket kemudian dinaikkan, tapi tetap ludes terjual.
Selain itu, pertandingan itu juga menjadi pertandingan paling laku dalam sejarah UFC. Hingga beberapa hari setelah pertandingan, pay-per-view laga itu mencapai 2,5 juta dolar Amerika. Sebelumnya, pay-per-view UFC terbanyak hanya mencapai 2 juta dolar Amerika.
Lantas, apakah mereka nilai jual McGregor hanya sebatas karena tingkah kontroversialnya itu? Tentu, tidak. Setidaknya, Zach Baron, jurnalis GQ, pernah berpendapat bahwa McGregor adalah seorang petarung yang sangat menarik.
Bersama Ronda Rousey, petarung MMA perempuan, McGregor merupakan daya tarik UFC. Namun, sejak Rousey kalah untuk pertama dari Holly Holm pada 2015 dan sempat menepi selama bertahun-tahun, McGregor berhasil mengangkat UFC sendirian, membuat nilai jual UFC mencapai 4,2 juta dolar Amerika. Alasannya jelas: di luar kontroversi yang sering ia bikin, cara bertarung McGregor di dalam Octagon memang memanjakan untuk ditonton.
Soal itu, Baron menulis, “Anda dapat menonton semua pertarungan Conor McGregor pada sore hari. Bahkan jika Anda bukan penggemar MMA, aku akan mendorong Anda untuk menontonnya. Soal waktu, dia sangat jenius. Dia mampu menemukan cara untuk memukul orang ketika mereka dalam keadaan paling tidak siap untuk dipukul. Selain itu, dia sangat tenang saat berada di dalam octagon daripada saat berada di toko kelontong pada sore hari.”
Dengan cara seperti itu, McGregor kemudian menjadi petarung pertama dalam sejarah UFC yang mampu memegang dua gelar juara dunia kelas ringan dalam divisi yang berbeda (UFC 194 dan UFC 205). Tak heran jika ia kemudian menjadi ujung tombak UFC untuk mengeruk keuntungan. Maka, pensiunnya McGregor tentu patut untuk disesali tentu saja bagi penggemar MMA, dan UFC.
Baca juga artikel terkait MMA atau tulisan menarik lainnya Renalto Setiawan