
Pernahkah setelah Anda selesai makan, Anda kemudian merasa ingin buang angin terus? Beberapa makanan memang ada yang merangsang saluran cerna untuk mengeluarkan angin.
Hal ini dikarenakan makanan ini mengandung gas, sehingga tubuh akan mengeluarkannya melalui buang angin (flatus).Namun, sebelum kita membahas tentang makanan apa saja yang dapat merangsang buang angin, sebaiknya kita pahami terlebih dahulu apa itu buang angin dan apa saja penyebabnya.
Buang angin alias flatus, atau yang dalam bahasa Indonesia juga sering disebut kentut, merupakan gas yang dikeluarkan oleh tubuh sebagai produk sisa dari pemecahan makanan menjadi energi. Gas ini terbuat di perut dan usus. Buang angin sebanyak 6 sampai 20 kali dalam sehari adalah yang dianggap normal.
Beberapa hal yang dapat menyebabkan kita buang angin antara lain:
Beberapa makanan dapat merangsang buang angin karena mengandung gas yang tinggi, seperti:
Beberapa sayuran mengandung gas tinggi yang dapat merangsang kita untuk buang angin. Kandungan gula pada beberapa sayuran dapat menghasilkan gas di usus saat sedang dicerna. Sayuran jenis ini adalah bawang yang mengandung fruktosa, serta asparagus, brokoli, kembang kol, dan kol yang mengandung gula rafinosa, sejenis karbohidrat kompleks. Sayuran yang mengandung serat larut, seperti kacang polong, juga dapat merangsang buang angin. Sayuran lain yang mengandung gas adalah lobak, sawi, nangka muda, dan sayuran mentah.
Beberapa buah-buahan mengandung gula yang disebut sorbitol. Gula ini dapat menyebabkan produksi gas berlebih, contohnya terdapat pada apel, pir, dan persik. Selain pada buah, sorbitol juga dapat ditemukan pada permen dan permen karet sebagai pemanis, sehingga permen dan permen karet juga dapat menghasilkan gas dalam sistem pencernaan. Selain buah-buahan di atas, buah-buahan lain yang mengandung gas tinggi antara lain durian, nangka, nanas, dan cempedak.
Makanan berpati mengandung karbohidrat tinggi yang dapat menyebabkan saluran pencernaan memproduksi gas ketika pati tersebut dipecah menjadi energi. Makanan yang mengandung pati tinggi, adalah roti, sereal, dan pasta.
Gandum utuh, seperti oat, juga dapat menghasilkan produksi gas berlebih dalam saluran pencernaan. Hal ini karena oat mengandung pati, gula rafinosa, dan juga serat larut yang tinggi.
Kacang merah juga membuat saluran cerna memproduksi gas berlebih. Hal ini karena kacang merah juga mengandung gula rafinosa yang tinggi dan serat larut yang membuat saluran cerna menghasilkan gas dalam usus.
Susu dan produk susu mengandung gula laktosa. Laktosa termasuk yang sulit dicerna dalam saluran pencernaan jika tubuh tidak mempunyai enzim laktase yang cukup untuk mencerna laktosa. Produk susu seperti keju dan es krim juga mengandung laktosa yang dapat menyebabkan produksi gas dalam tubuh. Penderita intoleransi laktosa sebaiknya menghindari makanan ini untuk mencegah produksi gas berlebih dalam saluran cerna.
Soda dan minuman yang mengandung soda juga dapat merangsang buang angin. Karbonasi dalam soda dan minuman bersoda adalah udara sehingga menghasilkan gas berlebih dalam sistem pencernaan. Fruktosa, gula yang digunakan sebagai pemanis pada sejumlah minuman bersoda, juga dapat menghasilkan gas karena sulit untuk dicerna.
Anda mungkin menyadari bahwa beberapa makanan penyebab gas di atas yang termasuk ke dalam golongan makanan sehat. Ini bukan berarti Anda perlu menghindari makanan tersebut, karena manfaat nutrisinya tetap lebih tinggi dibanding ‘efek sampingnya’. Hanya saja, dengan informasi ini Anda setidaknya bisa bersiap menghadapi usus yang lebih ‘aktif’ setiap Anda mengonsumsi makanan bergas tinggi dalam jumlah yang cukup banyak.
BACA JUGA