
Hari Raya Idul Adha selalu lekat dengan daging kambing yang diolah menjadi beragam olahan seperti sate, gulai, hingga tongseng.
Hanya saja banyak orang enggan untuk mengonsumsi daging kambing karena dianggap bisa meningkatkan libido dan gairah seksual seseorang.
Tak dimungkiri, sebagian orang melekatkan daging kambing sebagai aprodisiak atau makanan peningkat gairah seks. Namun benarkah demikian?
Seksolog Heru H. Oentoeng tidak membenarkan hal ini. Menurutnya, daging kambing, selayaknya daging lainnya digunakan sebagai bahan makanan pelengkap asupan gizi seimbang.
Lihat juga:Sepuluh Makanan Pembunuh Gairah Seks |
"Gairah itu dipengaruhi banyak hal. Fisik dan psikis," katanya.
Heru menjelaskan, faktor fisik yang berpengaruh antara lain faktor kesehatan seseorang secara umum.
Lebih spesifik, Heru mengungkapkan bahwa kualitas testosteron seorang pria memegang peranan penting terkait gairah seksual ini.
Sedangkan psikis meliputi komunikasi dengan pasangan dan pengalaman seksual sebelumnya.
"Jadi tidak melulu dipengaruhi oleh makanan. Makanan nanti bisa meningkatkan kualitas fisik umum dan kualitas hormon testosteron yang ada di dalam tubuh," katanya.