icon-category Auto

Daihatsu Rocky Diantara Xenia dan Terios

  • 11 Nov 2019 WIB
  • Bagikan :

    Uzone.id - Agar sebuah mobil baru bisa dipasarkan secara mulus, salah satu syarat dan pertimbangannya yakni harus punya pembeda dengan mobil yang udah lebih dulu ada.

    Seperti kegalauan Daihatsu ketika harus memutuskan apakah memungkinkan untuk menjual Daihatsu Rocky untuk pasar Indonesia.

    Nama Rocky yang udah gak asing di Indonesia, jenisnya sebagai sebuah SUV, dimensinya yang kompak, fitur-fiturnya yang canggih, serta usungan mesin turbonya, siapa yang gak tergiur sama Daihatsu Rocky?

    Baca juga: Daihatsu Rocky untuk Indonesia Mungkin Pakai Mesin Xenia 1.300cc

    Tapi nyatanya, emang gak semudah itu buat menjual Rocky di Indonesia. Selain pertimbangan harga jualnya, posisioning Rocky juga sedikit rumit kalau dengan spesifikasi yang sama dengan di Jepang.

    Jadi gini, orang bisa dengan enaknya bilang Rocky bisa dijadikan adiknya Terios. Iya bisa, karena dari segi dimensi lebih kecil. Tapi dengan mesin turbo dan fitur canggih, jelas Rocky jadi jauh diatas Terios.

    Terus gimana caranya Daihatsu untuk memposisikan Rocky di pasar Indonesia?

    Pertama bener kok, Rocky emang harus dijadikan adiknya Terios. Gue sih secara pribadi, gak bakal mau beli mobil Daihatsu yang harganya lebih mahal dari Terios. Jadi, gimana caranya biar lebih murah?

    Seperti yang Direktur Marketing Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra sempat katakan, untuk ngebuat harga Rocky kompetitif, setidaknya mobil ini harus dirakit di Indonesia.

    Nah, untuk bisa dirakit lokal, tentu urusan volume jadi perjudian Daihatsu. Maksudnya, beneran bisa laku kayak kacang goreng gak ni mobil? Setidaknya menyamai penjualan Terios deh.

    Untuk bisa ngebuat Rocy laku, pertama yang harus dilakukan Daihatsu adalah menawarkan harga yang kompetitif. Kalau di Jepang aja paling murah bisa Rp200 jutaan, bisa kali di Indonesia dijual dibawah Rp200 jutaan--dengan syarat tertentu.

    Syarat pertama, haram pakai mesin turbo, karena secara perpajakan lebih mahal dan lebih mahal juga biaya produksi serta penggantian komponennya kalau rusak.

    Jadi, baiknya Daihatsu mengganti mesin Rocky di Jepang yang 1.000cc turbo itu dengan mesin Xenia yang berkapasitas 1.300cc, lebih murah, terjamin durabilitasnya dan performa gak melorot banget.

    Terus, fitur-fitur canggih yang ada di Jepang itu, gak usah dipakai juga gak masalah kok, yang penting fitur-fitur penting pada sebuah mobil kekinian ada di Rocky.

    Dengan tiga langkah itu aja, produksi lokal, ganti mesin dan pangkas fitur, seharusnya harga Rocky bisa lebih murah.

    Terakhir, tinggal pembeda dari produk-produk yang udah ada. Dan karena Rocky ini cuma bisa menampung lima penumpang, ini malah bagus dan jadi pembeda dari Terios yang tujuh penumpang, meski keduanya nanti diposisikan sebagai low SUV.

    Kapasitas mesin juga beda dengan Terios yang pakai mesin 1.500cc, dan karena ini pakai mesin Xenia yang 1.300cc, sah sudah Rocky disebut sebagai adiknya Terios.

    Tapi apa bedanya dengan Xenia? Kan mesinnya sama? Ya beda, dari jenisnya aja udah beda, satu low MPV ini low SUV, kemudian kapasitas penumpang pun beda dan pastinya karakter berkendaranya juga beda.

    Paling kalau ada kemiripan dengan Xenia, itu bisa jadi kisaran harga jualnya nanti. Tapi ya tenang, kan segmentasinya udah jelas berbeda dan dibedakan.

    Jadi, potensi Rocky untuk dijual di Indonesia, kayaknya masih sangat teruka lebar, meski mobil ini harus sedikit terhimpit diantara Xenia dan Terios.

    Tonton Video Ngobrolin Cara Gampang Milih Mobil Bekas Biar Gak Ketipu:

    Cek informasi menarik lainnya di Google News

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini