Data Center ‘Google-nya’ Rusia Diserang Ukraina, 80 Layanan Lumpuh
Yandex, platform mesin pencarian Rusia, mengalami gangguan massal setelah pusat datanya diserang drone Ukraina berkali-kali.

Highlight Artikel
- Data center Yandex di Vladimir diserang drone Ukraina sebanyak tiga kali dalam seminggu pada awal Oktober 2026.
- Serangan juga mengenai dua fasilitas Yandex lainnya di Sasovo dan Kaluga, menyebabkan kerusakan parah.
- Lebih dari 80 layanan Yandex, termasuk chatbot AI, aplikasi pemesanan makanan dan taksi, hingga Yandex Cloud, terdampak di Rusia dan Kazakhstan.
- Ukraina menargetkan Yandex untuk mengganggu pendapatan perang Rusia dan memaksa pengalihan sumber daya perbaikan.
Uzone.id — Perusahaan platform
mesin pencarian asal Rusia, Yandex, menghentikan seluruh operasional pusat
datanya di Vladimir, sebelah timur Moskow pada 7 hingga 11 Oktober 2026 lalu
setelah diserang oleh drone asal Ukraina.
Perusahaan yang kerap dijuluki “Google-nya Rusia” tersebut
menyatakan tidak ada korban luka di fasilitas Vladimir. Namun, sebagian layanan
di platform mereka tidak dapat diakses pengguna.
Melansir dari BBC, Selasa, (13/10), Yandex pun mengonfirmasi bahwa operasional pusat data itu sempat “dihentikan sepenuhnya” dan perusahaan masih berupaya memulihkan konektivitasnya secara penuh.
Serangan di pusat data Vladimir pada Minggu kemarin terjadi setelah dua fasilitas Yandex lainnya lebih dulu terkena serangan Ukraina. Pusat data di Sasovo diserang pada Kamis, disusul fasilitas di Kaluga, sebelah barat daya Moskow, pada Jumat.
Sebelum serangan ketiga, Yandex menyatakan bahwa mereka kesulitan untuk menjaga layanannya tetap berjalan setelah dua dari lima pusat datanya terdampak.
Gangguan tersebut pun akhirnya memengaruhi lebih dari 80
layanan, termasuk chatbot AI dan aplikasi pemesanan makanan dan taksi milik
Yandex yang digunakan oleh puluhan juta orang.
Gangguan massal ini juga dialami negara lainnya seperti
Kazakhstan, yang berdampak pada pemadaman sistem cloud (Yandex Cloud), navigasi
peta, email, pemesanan taksi, hingga transaksi online shop.
Saat ini, pemulihan terus dilakukan. Pihak Yandex menyebut
kalau operasional mereka mulai berangsur pulih semanjak 12 Oktober 2026 setelah
adanya penanganan darurat. Sayangnya, Yandex tidak menjanjikan kapan seluruh
operasional ini akan kembali normal dan menyebut kalau waktu pemulihan tersebut
“sangat sulit diprediksi”.
Serangan terhadap pusat data Yandex di Rusia ini terjadi di
tengah meningkatnya serangan terhadap infrastruktur milik Rusia maupun Ukraina
oleh satu sama lain dalam beberapa bulan terakhir.
Pihak Ukraina mengatakan kalau penargetan Yandex ini
berkaitan dengan tujuan mereka untuk mengganggu fasilitas yang menjadi sumber
pendapatan perang Rusia. Ukraina juga menyebut serangan terhadap Yandex dapat
memaksa Rusia mengalihkan sumber daya untuk memperbaiki kerusakan fasilitas
mereka.
FAQ Artikel
Apa yang terjadi pada pusat data Yandex?
Pusat data Yandex di Vladimir, Rusia, diserang oleh drone asal Ukraina sebanyak tiga kali dalam kurun waktu satu pekan pada 7 hingga 11 Oktober 2026, menyebabkan penghentian operasional.
Fasilitas Yandex mana saja yang diserang?
Selain Vladimir, fasilitas Yandex di Sasovo (diserang Kamis) dan Kaluga (diserang Jumat) juga terkena serangan drone Ukraina. Pusat data di Kaluga adalah salah satu yang terbesar di Rusia.
Layanan Yandex apa saja yang terdampak akibat serangan ini?
Lebih dari 80 layanan Yandex terganggu, termasuk chatbot AI, aplikasi pemesanan makanan dan taksi, sistem cloud (Yandex Cloud), navigasi peta, email, hingga transaksi online shop, bahkan berdampak di Kazakhstan.
Kapan Yandex memprediksi pemulihan penuh layanannya?
Yandex telah memulai penanganan darurat dan operasional mulai berangsur pulih sejak 12 Oktober 2026. Namun, perusahaan menyatakan waktu pemulihan penuh "sangat sulit diprediksi."
Mengapa Ukraina menargetkan Yandex?
Ukraina menargetkan Yandex untuk mengganggu fasilitas yang menjadi sumber pendapatan perang Rusia dan memaksa Rusia mengalihkan sumber daya untuk memperbaiki kerusakan.
Vina Insyani
Jurnalis

