
Uzone.id - BYD, raksasa kendaraan energi baru (NEV) asal China, bersiap meluncurkan model terbarunya di pasar Indonesia, yang diduga kuat adalah BYD M6 Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), atau disebut juga M6 DM.
Peluncuran model ini menandai langkah strategis BYD, karena M6 DM akan menjadi model pertama yang mengusung teknologi non-EV (Battery Electric Vehicle) dari seluruh lini mobil BYD di Indonesia. Akhirnya BYD ikut selera pasar.Mobil berjenis Multi-Purpose Vehicle (MPV) ini telah muncul di situs resmi BYD Indonesia, bersanding dengan model-model EV murni seperti Atto 1, Atto 3, Dolphin, Seal, dan Sealion 7.
Dengan penambahan M6 DM, kini total jajaran produk BYD di Tanah Air mencapai tujuh model.
Keunggulan Teknologi DM (Dual Mode)
BYD telah memberikan sinyal kuat mengenai teknologi yang diusung melalui unggahan di media sosial, menyoroti keunggulan teknologi DM (Dual Mode) yang identik dengan sistem PHEV. Teknologi ini diklaim mampu menawarkan efisiensi bahan bakar yang luar biasa.
BYD M6 DM diperkirakan akan langsung bersaing di segmen MPV dengan kompetitor seperti Toyota Veloz Hybrid.
Meskipun harga dan spesifikasi resmi belum diumumkan, nilai jual objek pajak (NJKB) M6 DM diduga berada di kisaran Rp 100 jutaan.
Dalam konteks pasar Indonesia, MPV 7-seater tetap menjadi primadona. Sebelumnya, BYD sudah memiliki MPV listrik murni, BYD M6 EV, yang pernah memuncaki penjualan mobil listrik di Indonesia pada Januari 2025 dan juga mendapat apresiasi sebagai Best Newcomer Uzone Choice Award 2024.
Dengan menawarkan varian Plug-in Hybrid ini, BYD memperluas opsi bagi konsumen yang mencari keseimbangan antara mobil listrik dan mesin konvensional, menjembatani kebutuhan efisiensi dan keberlanjutan.