Entertainment

Delapan Mitos dan Fakta Seputar Oli Mesin

  • 08 April 2018
  • Bagikan :
    Delapan Mitos dan Fakta Seputar Oli Mesin

    PELUMAS atau oli mesin adalah cairan yang berperan penting melindungi mesin, menghindari kerusakan mesin, dan memaksimalkan performa mesin. Pemilihan oli sangat bergantung pada karakteristik bahan bakar minyak (BBM) yang digunakan. Namun, ada sebagian pengguna kendaraan kerap salah kaprah, entah coba-coba ataupun memercayai mitos yang beredar.

    Pada kesempatan ini, Otokir ingin berbagi 8 mitos dan fakta seputar oli mesin yang dikemukakan oleh Technical Specialist PT Pertamina Lubricant Agung Prabowo dalam acara "Obrolan Ringan Otomotif, Mitos dan Fakta, Seputar BBM dan Pelumas" yang digelar di Kota Bogor, Senin, 26 Maret 2018 lalu:
     

    1.  Sering terjebak kemacetan = lebih cepat ganti oli

    Fakta: Oli diganti karena oli stres, rusak, atau mengalami penurunan performa, dan menghilangkan tiga fungsi utama pelumas, yang mana salah satu penyebab stresnya oli disebabkan umur pemakaian yang di dunia maintenance disebut operating statistic (hours, odometers, days/month, etc).
     

    2.  Sering gonta-ganti merek oli membuat mesin kendaraan rusak

    Fakta: Mitos satu ini sudah pasti sering Anda dengar dan membuat banyak pengendara mobil berpikir berkali-kali sebelum mengganti oli yang dipakai dengan merek lain. Lalu benarkah mitos ini?

    Ternyata mitos ini setengah benar. Sering gonta-ganti merek oli mesin kendaraan memang bisa menyebabkan kerusakan pada mesin bila dilakukan dengan cara yang salah.

    Setiap merek oli memiliki formulasi dan senyawa yang berbeda-beda. Nah, percampuran senyawa yang berbeda inilah yang dapat menimbulkan endapan dan berdampak buruk pada performa mesin kendaraan.

    Untuk menghindari dampak buruk ini, usahakanlah untuk melakukan flashing atau menguras mesin dari sisa-sisa oli lama yang tertinggal sebelum menggantinya dengan oli merek lain.

     

    3.  Warna oli pekat berarti harus ganti oli

    Fakta: Nah, untuk mitos yang satu ini mungkin tidak ada yang sadar. Kebanyakan orang memang menjadikan perubahan warna oli sebagai indikator waktu untuk mengganti oli kendaraan. Padahal, perubahan warna oli menjadi lebih pekat justru merupakan hal yang wajar. 

    Warna pekat pada oli sebenarnya adalah hasil kerja dari oli tersebut dari mengumpulkan partikel-partikel kecil dan mengikatnya agar tidak menjadi endapan. Hal ini sering ditemukan pada oli yang mengandung detergen sebagai aditifnya.

    Tidak perlu khawatir, hal ini pun tidak akan menghalangi fungsi oli tersebut. Jadi, perubahan warna oli tidak bisa menjadi patokan sebagai waktu yang tepat untuk ganti oli mesin sepeda motor.
     

    4. Anda perlu mengganti oli mobil setiap 3.000 mil

    Fakta : Salah. Setiap mobil memiliki sistem penggantian oli yang bervariasi sesuai dengan jenis kendaraan tersebut. Meskipun beberapa produsen kendaraan merekomendasikan ganti oli setiap 3.000 mil, produsen yang lain mungkin merekomendasikan pergantian oli setiap per 7.000 mil. Jika Anda masih ragu, mengaculah pada buku panduan mobil Anda.

    "Setiap kenaikan sulfur akan mengurangi umur oli. Kalau kilometer tidak tercapai, gunakan hari, yaitu per 6 bulan untuk oli mobil dan 3 bulan untuk oli motor," ucapnya.
     

    5. Anda harus selalu mengganti oli mobil sebelum melakukan perjalanan panjang

    Fakta : Tergantung situasi. Anda memang dianjurkan mengecek oli mobil saat melakukan perjalanan jauh untuk menjaga kinerja mesin tetap prima. Jika perlu, seminggu atau tiga hari sebelum perjalanan pastikan oli mesin Anda sudah diganti.

     

    6. Jika dari awal Anda memakai oli sintetis, maka untuk seterusnya Anda harus memakai oli sintetis

    Fakta : Supersalah. Faktanya, beralih pilihan antara minyak sintetis dan konvensional benar-benar tidak membahayakan mesin. Yang perlu dipastikan hanyalah oli yang digunakan memenuhi persyaratan dalam buku manual, termasuk BBM yang digunakan.
     

    7. Oli sintetis dapat menyebabkan kebocoran minyak

    Fakta : Salah dan benar. Ketika oli sintetis pertama kali diperkenalkan pada 1970-an, mereka diketahui menyebabkan segel di mesin mobil menyusut sehingga memicu kebocoran oli mobil. Namun, seiring dengan kemajuan dalam teknologi minyak sintetis yang telah dibuat dalam 30 tahun terakhir ini, minyak sintetis tidak lagi menyebabkan segel menyusut sehingga tidak memicu kebocoran.
     

    8. Anda tidak perlu mengganti filter oli Anda setiap kali mengganti oli

    Fakta : Salah. Anda harus benar-benar mengganti filter oli saat melakukan pergantian oli. Dengan mengubah filter oli ketika mengganti oli hal ini akan mengurangi potensi kerusakan mesin kendaraan.
    Oleh karena itu, penggantian pelumas sebaiknya mengikuti panduan kendaraan atau saran dari mekanik, alih-alih percaya mitos yang menyesatkan. Semakin tinggi viskositas, semakin tinggi ketahanan oli. Semakin boros bahan bakar, semakin pendek umur mesin. Penggunaan bahan bakar pun turut menentukan umur oli sehingga pilihlah BBM yang sesuai dengan rasio kompresi mesin kendaraan.***

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini