home ×
Digilife

Deretan Kasus Kebocoran Data di Indonesia yang Bikin Geger

30 July 2021 By
Deretan Kasus Kebocoran Data di Indonesia yang Bikin Geger
Share
Share
Share
Share

Ilustrasi foto: Lagos Techie/Unsplash

Uzone.id -- Kasus kebocoran data di Indonesia mirisnya sudah seperti kejadian yang dilumrahkan. Padahal, yang namanya perlindungan data itu sifatnya wajib dan sayangnya Indonesia sampai sekarang belum punya aturan hukumnya.

Ironisnya, meski tampaknya “sudah biasa” bagi Indonesia mengalami kebocoran data, tetap saja kejadian seperti ini selalu bikin geger kalangan masyarakat, karena mau tidak mau, data pribadi mereka dibobol dan dijual seenaknya oleh si peretas.

Berikut deretan kasus pembobolan data yang bikin heboh se-Indonesia.

1. BRI Life
Kasus ini menjadi yang paling hangat karena baru terungkap pada Selasa kemarin (27/7). Viral di media sosial, ada laporan yang menunjukan kalau BRI Life dibobol oleh peretas dan data milik 2 juta pelanggannya dicuri, lalu dijual seharga Rp101 juta.

Meski begitu, pihak BRI Life menepis klaim ini setelah mereka melakukan investigasi.

Baca juga: Hasil Pertemuan Kominfo dan BRI Life Soal Kebocoran Data

“BRI Life telah bergerak cepat melakukan investigasi internal atas kejadian dimaksud, dan ditemukan bukti bahwa pelaku kejahatan siber melakukan intrusi ke dalam sistem BRI Life Syariah yang merupakan standalone system dan terpisah dari core system BRI Life,” tutur pihak BRI Life melalui keterangannya yang diterima Uzone.id.

Mereka menjelaskan, pada sistem tersebut terdapat tak lebih dari 25 ribu pemegang polis syariah individu, di mana data tersebut tidak berkaitan dengan data BRI Life maupun BRI Group lain. Dengan kata lain, pihak BRI Life menepis bahwa klaim jumlah kebocoran data yang diumbar pelaku adalah tidak benar.

2. BPJS Kesehatan
Pada Mei lalu publik dibikin heboh lantaran terkuak data milik 279 juta penduduk RI dibobol peretas dari BPJS Kesehatan dan dijual di forum online Raid Forums. Data pribadi itu melingkupi NIK, nomor ponsel, email, alamat, hingga gaji.

Upaya yang telah dilakukan adalah investigasi hingga Kominfo yang melakukan pemblokiran akses ke situs tempat mengunduh sampel data yang sengaja diunggah oleh si peretas.

3. Tokopedia
Kasus yang sempat bikin heboh netizen adalah pembobolan Tokopedia pada Mei 2020. Disebut bahwa perusahaan e-commerce mengalami kebocoran sebanyak 91 juta data milik pengguna dan diperjualbelikan seharga USD5 ribu atau setara Rp72 juta.

Pihak Tokopedia kemudian berjanji akan memaksimalkan tingkat keamanan berlapis di dalam platformnya dan melindungi informasi pribadi milik para pengguna.

4. Bukalapak
Pembobolan data menimpa Bukalapak sebanyak dua kali, yaitu pada Maret 2019 dan Mei 2020.

Pada Maret 2019, ada sekitar 13 juta pelanggan Bukalapak diklaim telah dicuri oleh hacker asal Pakistan dan mengaku telah menjualnya di situs gelap Dream Market.

Sedangkan pada Mei 2020, hacker dengan username ‘Startexmislead’ mengatakan telah membobol 13 juta data pengguna platform tersebut dan dijual di Raid Forums.

Baca juga: Kasus Bocor Data Makin Kritis, Apa Kabar UU PDP?

5. Bhinneka.com
Masih di Mei 2020, kelompok hacker bernama ShinyHunters mengaku telah menjual 1,2 juta data pengguna Bhinneka.com. Bahkan mereka mengklaim telah menjualnya dengan harga USD.1200 atau setara Rp17,8 juta.

Sekelompok peretas dengan nama ShinyHunters mengklaim telah menjual 1,2 juta data pelanggan Bhinneka.com. ShinyHunters kabarnya menjual 1,2 juta pengguna Bhinneka.com tersebut dengan banderol 1.200 dollar AS atau sekitar Rp 17 jutaan pada Mei 2020 lalu.

6. Cermati
Pada November 2020, platform pinjaman online dan asuransi mobil, Cermati.com mengalami kebocoran data sekitar 2,9 juta pengguna. Data yang berhasil dicuri hacker saat itu dijual bebas oleh si pelaku seharga Rp32 juta, bersama dengan 34 juta data dari 17 perusahaan lain.

Data yang dijual tersebut terdiri dari nama lengkap, NIK, NPWP, alamat, nomor telepon, rekening, nama ibu kandung, hingga pekerjaan.

7. RedDoorz
Layanan pemesanan hotel bujet, RedDoorz juga kebagian kena pembobolan data. Pada November 2020, sekitar 5,8 juta data pengguna RedDoorz bocor dan dijual di Raid Forums dengan banderol Rp28,2 juta.

Beberapa jenis data yang berhasil dicuri di antaranya nama, password, email, foto profil gender, dan nomor ponsel. Kala itu, pihak RedDoorz mengklaim informasi sensitif lain seperti kartu kredit dan password yang disamarkan tidak termasuk ke dalam data yang dibobol.

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini

Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id