.jpeg%3Fdownload%3Dfalse%26resolution%3DHD&w=1920&q=75)
Uzone.id — Apple resmi membuka 5 Apple Developer Institute di Indonesia pada hari ini, Selasa, (21/04). Apple Developer Institute ini menjadi program lanjutan dari Apple Developer Academy dengan fokus di AI dan Machine Learning, Game, Entrepreneur, Development Operation dan juga menghadirkan Institute for Professionals.
Tak terbatas untuk umur tertentu, Apple Developer Institute ini hadir sebagai jembatan bagi para developer, wirausahawan dan juga para pelajar yang sudah memiliki dasar untuk semakin berkembang.Para lulusan Apple Developer Academy juga bisa ikut kembali dalam program ini untuk mematangkan produk dan inovasi yang telah mereka kerjakan sebelumnya.
“Kami punya semacam pilar-pilar bagi siapa pun yang ingin menjadi developer, mulai dari Academy, lalu melanjutkan ke Institute, yang tersedia bagi semua orang di negara ini. Kalian tidak harus masuk ke Academy terlebih dahulu untuk masuk ke Institute. Keduanya benar-benar membentuk dua pilar program yang telah kami kembangkan selama bertahun-tahun,” kata Gordon Shukwit, Director for Apple Developer Academy and Institute.
Setelah diresmikan, Apple pun memperkenalkan beberapa tim yang sudah masuk dalam Apple Academy Institute dan sudah ikut dalam program Apple tersebut.
Yang pertama adalah DariData yang merupakan bagian dari Apple Developer Institute for Entrepreneurship.
Dikembangkan oleh lima orang, DariData sendiri merupakan aplikasi mobile berbasis AI untuk membantu usaha kecil di Indonesia mengubah data penjualan dan inventaris mereka menjadi insights bisnis yang dapat ditindaklanjuti.
Semenjak diluncurkan, DariData telah memberikan dampak yang luar biasa dan melayani lebih dari 13 ribu usaha kecil dan menengah, dengan lebih dari 20 ribu pengguna aktif mingguan.
Aplikasi ini telah memperoleh kemitraan dengan platform point-of-sale terkemuka di Indonesia, yang semakin memperluas jangkauannya di ekosistem UKM Indonesia yang berkembang pesat.
DariData menggunakan teknologi yang kuat seperti SwiftUI dan Swift Charts, aplikasi ini menghadirkan tiga fitur utama yaitu analisa perjuangan untuk identifikasi produk, prediksi stok, dan rekomendasi promosi.
Aplikasi ini telah tersedia di App Store dan tengah dalam proses pengembangan sebagai alat kecerdasan bisnis yang terpercaya bagi para wirausahawan Indonesia.
Selanjutnya, Leastric dari Apple Developer Institute for Entrepreneurship. Startup lokal ini menciptakan inovasi untuk memantau dan mengelola penggunaan listrik di mana saja dan kapan saja.
Didasari dengan masalah sehari-hari dimana pemilik rumah menghadapi tagihan listrik yang berlipat ganda tanpa tahu alasan di baliknya, Leastric hadir untuk membantu pengguna mengungkap pemborosan energi dan mengambil tindakan yang berarti.
Hingga saat ini, Leastric telah berkembang menjadi solusi manajemen energi komprehensif yang melayani berbagai klien, termasuk gedung pemerintahan, kantor, properti residensial, sekolah, pabrik, dan ruang komersial seperti ruko dengan penyewa di seluruh Jakarta.
Dengan dukungan dari Apple Developer Institute, startup ini juga telah diperkuat melalui partisipasi dalam inkubator-inkubator terkemuka, seperti New Energy Nexus dan Indigo dengan valuasi mencapai USD450 ribu atau sekitar Rp7.7 miliar.
Peserta ketiga adalah dari Apple Developer Institute for Games yang beroperasi di Batam dan juga Jakarta. Mereka adalah tim yang menciptakan game bernama TypeCaster.
Game ini adalah game berjenis Action RPG yang memiliki basis mengetik. Sederhananya, senjata yang ada di game ini berupa kata-kata atau mantra yang harus diketik ulang oleh pemain agar musuh-musuhnya kalah.
Pemain mengambil peran sebagai pencuri kelas teri yang berubah menjadi penyihir agung, bertarung melawan musuh dan melemparkan mantra dengan cara mengetiknya secara real time.
Tantangannya, salah ketik atau typo akan membuat pemain terkena stun, dan pemain tidak bisa menghapus apa yang sudah mereka ketik. Jadi, ketepatan dan kecepatan dalam mengetik mantra adalah kuncinya.
Apple Developer Institute for Games disebut memainkan peran yang cukup krusial dalam membentuk TypeCaster menjadi seperti sekarang. Tim yang terdiri dari 8 orang ini bertemu selama tahun pertama mereka di Apple Developer Academy di BINUS Tangerang.
Di Academy tersebut mereka mulai membangun prototipe awal lalu dilanjut dengan proses pengembangan yang dilakukan di Institute. Di Institute, mereka menyempurnakan alur cerita game, meningkatkan game juice dengan menambahkan umpan balik visual dan detail halus, serta mempelajari cara melakukan playtest yang tepat.
Institute ini juga membuka pintu ke acara-acara besar seperti Jakarta Game Festival, Indonesia Game Developer Exchange, G2G, dan Tokyo Indie Games Summit 2026.
Selain startup-startup ini, ada juga inovasi lain seperti aplikasi bernama Nada yang sudah ada di App Store untuk para musisi muda yang ingin menciptakan karya musik dengan mudah dan efisien.
Ada juga aplikasi untuk mendukung kesadaran perempuan terhadap kesehatan tubuhnya bernama Mammora. Aplikasi ini memiliki tujuan untuk membantu wanita memeriksa kondisi tubuh mereka, khususnya bagian payudara sebagai tindakan pencegahan dan pendeteksian dini penyakit seperti tumor hingga kanker.
Peserta-peserta ini akan menjadi angkatan pertama dari masing-masing Apple Developer Institute yang tersebar di Surabaya, Tangerang, Batam, Bali dan juga Jakarta dengan masa pelatihan beragam, mulai dari 8 bulan hingga 24 bulan, tergantung dengan program yang mereka kerjakan.